Saham Energi Bisa Kepeleset

Saham Energi Bisa Kepeleset

- detikFinance
Selasa, 10 Feb 2009 07:36 WIB
Saham Energi Bisa Kepeleset
Jakarta - Harga minyak yang kembali di bawah US$ 40 per barel menjadi peringatan buat saham-saham energi yang bisa ikut kepeleset. Belum ada tanda-tanda Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bakal menguat.

Pada perdagangan saham Selasa (10/2/2009) IHSG diprediksi masih akan mengalami tekanan terutama dari faktor eksternal. Gerak bursa regional juga akan memberikan sentimen ke IHSG.

Pelaku pasar akan fokus pada saham-saham energi karena harga minyak yang kini di level US$ 39 per barel. Begitu juga dengan saham perbankan, dimana keduanya akan menjadi motor pergerakan IHSG. Β 

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bursa saham Nikkei Selasa pagi ini dibuka menguat 97,91 poin (1,23%) menjadi 8.066,94. Sementara Wall Street tetap flat karena investor mulai berjaga-jaga menunggu paket stimulus yang akan segera diumumkan.

Pada penutupan perdagangan Senin waktu AS (9/2/2009), indeks Dow Jones industrial average turun tipis 9,72 poin (0,12%) ke level 8.270,87. Indeks Standard & Poor's 500 naik tipis 1,29 poin (0,15%) ke level 869,89 dan Nasdaq turun tipis 0,15 poin (0,01%) ke level 1.591,56.

Sementara pada penutupan perdagangan saham Senin kemarin (9/2/2009) IHSG turun 8,415 poin (0,62%) menjadi 1.342,226.

Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas.

Optima Securities

Rally kenaikan indeks tertunda akibat profit taking sehingga melemah 8 poin ke level 1.342. Investor lebih mengantisipasi koreksi Dow Jones terkait paket stimulus ekonomi setelah sepekan lalu telah menguat 4%. Koreksi tersebut wajar dan belum mengubah uptren sehingga pergerakan indeks bakal kembali menguat. Selanjutnya pergerakan harian dilevel 1.320-1.360 dengan pilihan saham: SGRO, LSIP, UNTR,TINS, dan BUMI.

(ir/ir)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads