Indeks ditutup di level 1332.129 turun 0.76% dengan trading value yang naik tipis Rp 1,48 triliun dibanding kemarin Rp 1,43 triliun. Aksi profit taking dan banyaknya sentimen negatif memicu investor untuk meneruskan aksi jual saham.
Saham-saham sektor keuangan (-2.74%) menjadi pemicu pelemahan indeks setelah laporan BI menunjukkan laba perbankan di FY08 mengalami penurunan tajam yakni sebesar Rp 3,86 triliun dari Rp 34,47 triliun di November 2008 menjadi Rp 30,61 triliun di FY08 karena banyaknya bank yang terbebani biaya dana (cost of fund) tinggi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saham konsumer (-0.92%) juga ikut mendorong pelemahan indeks, setelah rupiah pada hari ini ditransaksikan melemah ke posisi Rp11.800/US$.
Namun penguatan pada saham komoditas mining (+1.7%) berhasil menekan pelemahan indeks lebih jauh yang disebabkan membaiknya pasokan produksi dan sentimen positif saham BUMI masih dikuasai asing 52.85%, BUMI +7.35%, ANTM +6.42%. Beberapa saham pendorong pelemahan indeks: PGAS -3.52%, BBRI -5.05%, INDF -2%, AALI -3.9%.
Bursa regional juga mengalami penurunan setelah beberapa saham teknologi dan otomotif Jepang mengumumkan kerugian triliunan rupiah, Panasonic -US$4.2 bn, -US$3.85 bn, Sony –US$1.7 bn, dan Nissan –US$2.9 bn.
Nikkei hari ini langsung ditutup melemah -0.3%, Australia -0.3%, Kospi -0.32$. Sementara Hang Seng hari ini ditutup menguat setelah inflasi Januari yang mereda memberi peluang penurunan suku bunga.
Indeks besok diperkirakan kembali akan melanjutkan pelemahan seiring data-data ekonomi domestik yang lebih banyak memberikan sentimen negatif.
(etr/qom)











































