Pada perdagangan Selasa (10/2/2009), indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup merosot hingga 381,99 poin (4,62%) ke level 7.888,88 atau mendekati level terendahnya dalam 3 bulan terakhir.
Indeks Nasdaq juga merosot hingga 66,83 poin (4,20%) ke level 1.524,73 dan indeks Standard & Poor's 500 juga turun hingga 42,73 poin (4,91%) ke level 827,16.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Termasuk dalam rencana tersebut adalah US$ 500 miliar hingga US$ 1 triliun untuk mengambil set-aset bermasalah dari sistem finansial. Juga upaya untuk meningkatkan kredit konsumer, membatasi penyitaan rumah dan menyediakan modal baru untuk perbankan.
Namun investor khawatir rencana nan muluk itu justru tidak berhasil. Para pelaku pasar justru merasa frustasi. Mereka menilai Geithner tidak memberikan rincian dari rencana yang sudah dinanti-nanti tersebut.
"Sayangnya, rencana ini bukanlah sebuah 'big bang' sektor finansial yang sudah kita harap-harapkan," ujar analis dari Deutsche Bank seperti dikutip dari AFP, Rabu (11/2/2009).
Padahal detail dari rencana sektor perbankan yang merupakan sumber krisis ini sudah sangat dinanti-nantikan. Sudah sekian lama pemerintahan Barack Obama memberikan ancar-ancar soal paket penyelamatan sektor perbankan.
Geithner mengatakan, kurangnya kepercayaan publik terhadap rencana yang sebelumnya diumumkan pemerintah membuat segala sesuatunya lebih sulit untuk menghentikan 'bahaya dinamis' dimana masalah kredit terus menghambat perekonomian dan membuat sektor perbankan melemah, termasuk memperburuk resesi.
"Ini sangat rumit untuk membawa sesuatunya kembali membaik. Kami terus mencoba untuk membuatnya membaik sebelum kami memberikan detail agar tidak menambah ketidakpastian di pasar," ujar Geithner dalam wawancaranya dengan televisi Bloomberg dan dikutip dari Reuters.
Sesaat setelah Geithner mengumumkan rencana, Senat AS memberikan persetujuan atas rencana stimulus ekonomi sebesar US$ 838 miliar yang sebelumnya telah disetujui DPR AS.
Saham-saham sektor finansial menjadi korban. saham Bank of America anjlok hingga 19%, JPMorgan merosot 9,8% dan Citigroup anjlok 15,2%.
Demikian pula saham-saham asuransi seperti Hartford Financial Services Group yang merosot hingga 13,2%, MetLife yang merupakan asuransi jiwa terbesar AS juga turun hingga 12%, Principal Financial ambruk 29,6%.
Volume perdagangan sangat aktif, di New York Stock Exchange mencapai 1,74 miliar atau di atas rata-rata tahun lalu sebesar 1,49 miliar. Sementara di Nasdaq, transaksi juga mencapai 2,45 miliar, di atas rata-rata tahun lalu sebesar 2,28 miliar.
(qom/qom)











































