Geitner telah mengumumkan program stabilisasi sistem finansial termasuk US$ 500 miliar untuk menyerap aset-aset macet. Juga upaya untuk meningkatkan kredit konsumer, membatasi penyitaan rumah dan menyediakan modal baru untuk perbankan.
"Namun langkah itu di pasar valas justru dinilai mengecewakan investor karena kurang detail dan mereka merasa skeptis tentang efektivitas melibatkan sektor swasta," ujar Kathy Lien, analis dari Global Forex Trading seperti dikutip dari AFP, Rabu (11/2/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Deputi Gubernur Budi Mulya mengatakan, mata uang di emerging markets termasuk rupiah kini memang sedang mengalami pelemahan.
"Hari ini kalau kita melihat currency di emerging tidak hanya rupiah, itu semua mengalami jitter bearish. Karena apa yang terjadi di Amerika. Pasar ternyata tidak seoptimis yang dibayangkan terhadap penyelamatan stimulus yang nilainya US$ 838 miliar akan disetujui. Tetapi yang terkait dengan paket recovery sektor keuangan, ini yang dipertanyakan kejelasannya Detailnya belum jelas, sehingga pasar berpikir lain sehingga ada flight to quality," urai Budi di Gedung DPR.
Atas pelemahan rupiah tersebut, seperti biasanya, BI menegaskan akan selalu berada di pasar dan mengupayakan untuk meminimalkan volatilitas.
"BI selalu ada disitu. Pokoknya BI senantiasa ada di pasar, mencermati dan meminimalkan volatilitas yang ada karena ini mengganggu bisnis dan perhitungan," pungkas Budi. (dnl/qom)











































