IHSG Jenuh di Zona Negatif

IHSG Jenuh di Zona Negatif

- detikFinance
Kamis, 12 Feb 2009 07:25 WIB
IHSG Jenuh di Zona Negatif
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sudah mengalami kejenuhan di zona negatif sehingga ada peluang bergerak bervariasi. Namun tekanan bursa regional masih akan membayangi.

Pada perdagangan saham Kamis (12/2/2009) pelaku pasar akan melakukan trading pada saham-saham yang telah jenuh jual (oversold). Turunnya harga minyak ke US$ 35 per barel juga menjadi ancaman terhadap saham energi yang bisa ikut terseret pelemahan harga minyak.

Sementara bursa saham Nikkei Jepang pada Kamis pagi ini dibuka melemah 103,41 poin (1,3%) menjadi 7.842,53. Sedangkan Wall Street mulai rebound setelah Senat mencapai kompromi untuk memberikan persetujuan atas paket stimulus senilai US$ 789 miliar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada penutupan perdagangan Rabu waktu AS (11/2/2009), indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup naik tipis 50,65 poin (0,64%) ke level 7.939,53. Indeks Standard & Poor's 500 juga naik tipis 6,58 poin (0,80%) ke level 833,74 dan indeks Nasdaq naik tipis 5,77 poin (0,38%) ke level 1.530,50.

Sedangkan IHSG pada penutupan perdagangan saham, Rabu kemarin (11/2/2009) IHSG turun 7,305 poin (0,55%) menjadi 1.324,824.

Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas.

Panin Sekuritas

IHSG kemarin bergerak melemah -0.55% didorong oleh pergerakan bursa regional yang sangat volitile. Sementara saham sektor perbankan menjadi pendorong turunnya indeks. Disisi lain, saham batubara terlihat bergerak menguat dalam perdagangan kemarin. Dari intraday chart terlihat kecenderungan menguat pada sesi 2 perdagangan kemarin. Hari ini kami perkirakan IHSG akan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat. Dapat diperhatikan peluang untuk trading pada saham yang telah oversold. Kisaran support-resistance 1.318-1.340.

Optima Securities

Disamping aksi profit taking, tertekannya bursa regional seperti Hang Seng -2,4% dan Kospi -0,7% makin membawa sentimen negatif sehingga indeks melemah 7 poin keposisi 1.324. Walapun tekanan jual masih tinggi namun nilai transaksi masih cukup lumayan mengindikasikan investor tetap dipasar. Strategi buy on weakness bisa menjadi pilihan di tengah pergerakan indeks yang terbatas di level 1.280-1.330. Beberapa saham pilihan yakni: LSIP, BUMI, UNTR, SMCB, dan DEWA.

eTrading Securities

Bursa Indonesia kemarin kembali mengalami koreksi tipis yang telah berlangsung selama 3 hari terakhir. Indeks terlihat kembali berada dalam pola konsolidasi, meski likuiditas membaik dibanding pecan sebelumnya, thanks to BUMI. Indeks kemarin kembali bergerak mixed to lower dan ditutup di level 1324.8 atau terkoreksi (0,5%). Mayoritas sector mengalami pelemahan kecuali sector Agri dan pada Coal Player.

Dow Jones ditutup naik +0,64% ke level 7939,53 setelah anjlok tajam dihari sebelumnya, Nasdaq +0,38% dan S&P500 +0,8%. Investor menyambut kabar bahwa Senat dan DPR berhasil mendapat kesepakatan atas paket stimulus ekonomi sebesar $789 miliar yang akan menggabung pengeluaran baru dari pemerintah dan pengurangan pajak untuk mengangkat ekonomi. Dorongan dari sektor perbankan: Wells Fargo +7,03%, Citigroup +10% dan Bank of America +9,15%, dihambati oleh pelemahan dari sektor teknologi yang dicemaskan dengan prospek buruk: Research in Motion -14,52%, Nvdia-12,55%. Exxon Mobil -2,05% setelah harga minyak turun dari $36 dan SiriusXM -54,55% setelah kabar ajuan insolvensi.

Bursa Asia pagi ini bergerak mixed dengan Nikkei yang melemah -1,2% mengejar ketertinggalannya kemarin karena libur, diikuti dengan KOSPI yang kembali melemah -0.6% seiring langkah pemerintah yang akanย  kembali menurunkan suku bunga ke level terendah 2%.

Bursa Indonesia hari ini diperkirakan akan kembali bergerak mixed dengan kecenderungan masih melemah, seiring masih berada dalam momentum bearish. Target support indeks berada di level 1300 dengan kecenderungan Oversold pada level ini, dan berpotensi kuat rebound. Sektor CPO diperkirakan masih memiliki momentum penguatan seiring harga CPO yang terus membaik. Rentang pergerakan indeks hari ini akan berada pada kisaran 1300 โ€“ 1340.
(ir/ir)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads