Pada perdagangan Kamis (12/2/2009) pukul 17.00 WIB, rupiah ditutup pada level 11.770 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di level 11.850 per dolar AS.
"Untuk perhitungan APBN 2009, asumsi rupiah dalam beberapa waktu terakhir berkisar Rp 11.000/US$. Ini adalah dasar perhitungan yang realistsis untuk APBN 2009. Pandangan BI menjelang akhir tahun ada kemungkinan rupiah menguat," ujar Gubernur BI Boediono dalam rapat panitia anggaran di Gedung MPR/DPR, Jakarta, Kamis (12/2/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dolar yang dipompakan bank sentral AS jumlahnya sangat luar biasa. Sehingaga kan ada penyesuaian nilai dolar terhadap mata uang lain. Karena dolar yang beredar banyak, jadi menurut kami menjelang akhir tahun rupiah akan menguat," katanya.
Penyebab kedua adalah berakhirnya fenomena menarik saat pemilu. Belajar dari 2004, pada saat pemilu ada fenomena menarik dimana jumlah uang yang beredar akan meningkat. Hal ini karena ada pengeluaran masyarakat dan partai politik.
"Jadi selain ada stimulsus fiskal juga ada pemilu stimulus. Lalu pada kuartal keempat saat pemilu selesai, kemungkinan arus dana masuk akan terjadi. Jadi ini akan menambah devisa yang masuk. Ini faktor yang membuat perkiraan kami rupiah menguat di akhir tahun," katanya.
(lih/qom)











































