"Kami sudah mengirim surat hari ini untuk mengeksekusi call option subdebt US$ 300 juta di akhir Maret 2009," ujar Presiden Direktur BDMN, Sebastian Paredes dalam paparan di hotel Gran Melia, Jl Rasuna Said, Jakarta, Kamis (12/2/2009).
Menurut Sebastian, opsi beli balik obligasi penting dilakukan mengingat beberapa bank yang tidak mengeksekusi opsi beli balik obligasinya mengalami kejatuhan harga saham yang cukup dalam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pasca krisis global, terjadi perubahan tren pada aksi korporasi bank dalam mengeksekusi opsi beli balik obligasi. Pelaku pasar sedang menunggu keputusan manajemen BDMN dalam hal ini.
Kasus kejatuhan tajam saham Deutsche Bank dan Woori Bank terjadi setelah dua bank tersebut memutuskan tidak mengeksekusi opsi beli balik obligasi miliknya. Oleh sebab itu, keputusan manajemen BDMN dalam hal ini sangat ditunggu-tunggu oleh investor.
Pada Maret 2004, BDMN menerbitkan obligasi subordinasi senilai US$ 300 juta dengan tenor 10 tahun atau jatuh tempo pada 2014. Namun, BDMN menawarkan opsi beli balik dalam 5 tahun yang mana jika opsi tersebut diambil harus dilakukan pada 30 Maret 2009.
Jika BDMN memutuskan akan mengambil opsi beli balik tersebut, perseroan harus mengumumkan selambat-lambatnya 30 hari sebelum jatuh tempo call option atau akhir Februari 2009.
Namun sebagaimana dikatakan Paredes, perseroan memastikan akan mengeksekusi opsi beli balik tersebut.
(dro/lih)











































