Pada perdagangan Kamis (12/2/2009), indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup hanya turun tipis 6,77 poin (0,09%) ke level 7.932,76. Indeks Standard & Poor's 500 malah naik tipis 1,45 poin (0,17%) ke level 835,19 dan indeks Nasdaq naik 11,21 poin (0,73%) ke level 1.541,71.
Indeks Dow Jones sempat merosot hingga 3% karena investor khawatir stimulus ekonomi US$ 789 miliar yang akan divoting pada Jumat ini tidak akan cukup untuk mengangkat perekonomian AS dari resesi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Berita ini dipandang sebagai hal yang positif dari sisi industri KPR dan konstruksi rumah," ujar Richard Sparks, analis dari Schaeffer's Investment Research seperti dikutip dari Reuters, Jumat (13/2/2009).
Saham perbankan dan konstruksi yang sebelumnya menyeret pelemahan indeks langsung membaik. Namun saham-saham perbankan masih mencatat penurunan seperti Citigroup yang turun 2,2%, Wells Fargo turun 4%, Bank of America turun 3,3%. Namun penurunan itu masih lebih baik ketimbang posisi terendah pada perdagangan hari itu.
Laporan keuangan Coca-Cola yang solid juga cukup membantu menahan laju kemerosotan. Saham Coca-Cola tercatat naik hingga 7,6% dan sekaligus menjadi salah satu motor penggerak Dow Jones.
Saham-saham teknologi termasuk Apple dan Research in Motion juga rebound setelah sebelumnya merosot hingga 14,5% sekaligus membantu kenaikan di indeks Nasdaq.
Perdagangan cukup moderat yakni di New York Stock Exchange mencapai 1,48 miliar, sedikit di bawah rata-rata tahun lalu yang sebesar 1,49 miliar. Sementara di Nasdaq, transaksi mencapai 2,47 miliar, di atas rata-rata tahun lalu yang sebesar 2,28 miliar.
(qom/qom)











































