IHSG diprediksi akan melanjutkan penguatan yang sudah berlangsung sejak perdagangan kemarin. Pada perdagangan Kamis (12/2/2009) kemarin, IHSG naik tipis 0,597 poin (0,05%) ke level 1325,421.
Investor juga akan terus mencermati pergerakan nilai tukar rupiah, meski kemarin ditutup menguat tipis. Saham-saham perbankan diprediksi masih akan menjadi motor penggerak, disamping saham-saham sektor energi dan pertambangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bursa Tokyo dibuka menguat, dengan indeks Nikkei-225 tercatat naik 83,99 poin (1,09%) ke level 7.789,35. Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:
Panin Sekuritas:
IHSG kemarin bergerak flat dengan hanya menguat tipis +0,59 poin ditengah berlanjutnya profit taking pada saham pertambangan dan pergerakan bursa regional yang melemah. Selain itu, liarnya pergerakan nilai tukar Rupiah juga menjadi perhatian investor. Disisi lain, saham perbankan berhasil mendorong indeks sehingga ditutup pada area positif. Hari ini kami perkirakan IHSG masih akan bergerak mixed dengan kisaran support-resistance 1.318-1.339. eTrading Securities
Bursa Indonesia kemarin mengakhiri koreksinya selama 3 hari berturut-turut meski dengan penguatan yang kurang meyakinkan. Indeks berhasil rebound di akhir sesi perdagangan dan akhirnya ditutup menguat tipis +0,04% ke level 1.325,4 dengan trading value yang bertahan di level Rp 1,2 triliun. Sektor finance (+1,3%) kemarin berhasil mengangkat indeks dari teritori negatif seiring sentimen positif disepakatinya stimulus ekonomi Obama senilai US$ 789 miliar oleh Kongres dan Senat.
Dow Jones terpangkas 6,77 poin (-0,09%) dan ditutup di 7.932,6 setelah sempat turun sebanyak 200 poin di awal sesi, mengabaikan data penjualan ritel yang naik 1% di Januari. Rebound ini terjadi seiring kabar bahwa administrasi Obama akan mempertimbangkan rancangan baru dalam stimulus untuk mensubsidi pembayaran KPR bagi pemilik rumah yang dalam kesusahan. S&P500 +0,17% dan Nasdaq +0,73%. Sektor finansial kembali menjadi beban bursa: Bank of America -3,29%, Citigroup -2,17%, American Express -1,05%. Selain itu, saham pembangun rumah merosot setelah kredit pajak untuk pembeli rumah pertama didalam stimulus dipangkas dari $15.000 ke $7.500: Hovnania -9,58% dan Beazer -10,58%. Demikian juga dengan GM -3,28% dan Ford -3,24% yang melemah setelah insentif untuk pembelian mobil baru dikurangi. Bursa AS dibantu oleh penguatan Coca-cola +7,56% dan 3 saham restoran yang melebihi ekspektasi laba: Chipotle +12,29%, Buffalo Wild Wings +34,28% dan PF Chang’s +8,2%. Data ekonomi lainnya termasuk pengangguran yang menurun 8.000 minggu lalu dan harga rumah yang menurun 12,4% di kuartal ke-4.
Bursa Asia sendiri pagi ini dibuka mixed dengan kecenderungan menguat terkait sentimen positif dari data penjualan retail US yang naik, dan langkah Obama untuk mensubsidi hutang KPR yang bermasalah. Nikkei berhasil rebound +1%, STI +0.8% dan AORD +0.27%. Sementara bursa Korea dibuka terkoreksi terkait masih pesimisnya investor di Korea. KOSPI -0.6%.
Bursa Indonesia sendiri hari ini diperkirakan akan mampu bergerak naik meski dengan kecenderungan sideways seiring secara teknikal, indeks masih belum berhasil keluar dari area konsolidasi dengan kisaran level 1285 - 1375. Sektor finance diperkirakan masih akan mampu melanjutkan penguatannya seiring koreksi yang telah terjadi selama pekan kemarin. Indeks diperkirakan akan bergerak pada kisaran rentang 1300 - 1345.
(qom/qom)











































