"Kami akan menambah saham ADMF sebesar 20%," ujar Direktur Utama BDMN, Sebastian Paredes usai paparan di hotel Gran Melia, Jl Rasuna Said, Jakarta, Jumat (13/2/2009).
Saat ini BDMN menguasai 75% saham ADMF. Pada tahun 2004, BDMN mengakuisisi 75% saham ADMF dengan menggunakan dana hasil penerbitan obligasi subordinasi senilai US$ 300 juta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun sebagaimana dikatakan Sebastian, perseroan telah memastikan akan menambah porsi sahamnya di BDMN sebanyak 20% menjadi 95%. Sayangnya, ia belum bisa mengumumkan berapa besar dana yang dikeluarkan perseroan dalam rencana tersebut.
”Belum bisa diumumkan,” ujarnya.
Realisasinya juga masih belum dapat diumumkan. Namun yang jelas, Direktur Keuangan BDMN Vera Eve Lim memastikan bahwa BDMN memiliki pendanaan yang cukup untuk mendanai aksi korporasi tersebut.
”Posisi cashflow kita ada sekitar US$ 470 juta,” ujar Eve.
Perseroan juga sedang berencana mengambil opsi beli balik (call option) atas obligasi subordinasi US$ 300 juta yang diterbitkan tahun 2004 dalam rangka mengakuisisi ADMF. Obligasi ini memiliki tenor 10 tahun dengan opsi beli balik pada tahun kelima, yakni selambat-lambatnya 30 Maret 2009.
Pendanaan juga akan menggunakan kas tersebut.
(dro/lih)











































