Portofolio Efek Nasabah Sarijaya Banyak yang Hilang

Portofolio Efek Nasabah Sarijaya Banyak yang Hilang

- detikFinance
Jumat, 13 Feb 2009 11:03 WIB
Portofolio Efek Nasabah Sarijaya Banyak yang Hilang
Jakarta - Hasil verifikasi tim gabungan Bapepam-LK, BEI, KSEI, KPEI dan PT Sarijaya Permana Sekuritas tidak memuaskan para nasabahnya. Nasabah banyak kehilangan portofolio efek atau saham yang dimilikinya sebelum suspensi Sarijaya pada 6 Januari 2009.

"Saham saya pada hilang. Saya dengar dari dari nasabah-nasabah lain juga banyak yang hilang. Jadi portofolio kami tidak sama dengan sebelum suspensi," ujar Koordinator Nasabah Sarijaya cabang Bogor, Teguh Hartono saat dihubungi detikFinance, Jumat (13/2/2009).

Menurut Teguh, data hasil verifikasi tim gabungan pun belum diterima oleh kebanyakan nasabah. Dari nasabah dikoordinir olehnya sebanyak 470 nasabah, hanya 3 nasabah yang telah menerima data hasil verifikasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau saya sudah terima hasil verifikasi, mungkin karena saya koordinator. Tapi kebanyakan belum. Dari 470 nasabah, baru 3 nasabah yang sudah terima. Sudah begitu, banyak saham yang hilang," ujar Teguh.

Teguh mengatakan, ia telah menanyakan kepada tim gabungan mengenai hilangnya portofolio nasabah-nasabah Sarijaya. Namun jawabannya dinilai kurang memuaskan.

"Kata mereka, saham yang bisa dipegang kembali oleh nasabah hanya yang benar-benar ada di rekening kami. Untuk saham-saham yang digelapkan oleh Sarijaya, belum bisa dipastikan apakah akan aman atau tidak. Katanya ada di rekening penampungan. Tapi nggak tahu juga deh. Bisa jadi hilang beneran," keluhnya.

Apa yang diterangkan Teguh menggugurkan pernyataan Bapepam dan BEI sebelumnya yang mengatakan bahwa portofolio saham nasabah Sarijaya dijamin aman. Padahal kenyataannya, menurut pengakuan Teguh, banyak portofolio saham nasabah yang hilang dan tidak sesuai dengan portofolio mereka sebelum suspensi 6 Januari 2009.

"Sekarang suasananya lagi panas nih. Katanya dijamin aman, ternyata pada hilang. Bagaimana sih yang benar?," tukasnya.

(dro/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads