Nasabah Sarijaya Kesulitan Pindahkan Rekening Efek

Nasabah Sarijaya Kesulitan Pindahkan Rekening Efek

- detikFinance
Jumat, 13 Feb 2009 11:47 WIB
Nasabah Sarijaya Kesulitan Pindahkan Rekening Efek
Jakarta - Nasabah-nasabah PT Sarijaya Permana Sekuritas mengeluh lantaran kesulitan melakukan pemindahan rekening efeknya ke sekuritas lain. Banyaknya portofolio mereka yang hilang menyebabkan mereka harus menyuntikkan dana lagi jika ingin pindahkan rekening efek.

"Banyak yang hilang portofolio saya. Jadi kalau mau pindah rekening efek ke sekuritas lain harus tambah dana lagi. Banyak yang kesulitan," ujar koordinator nasabah Sarijaya cabang Bogor, Teguh Hartono saat dihubungi detikFinance, Jumat (13/2/2009).

Menurut Teguh, masalah yang sama juga dialami oleh nasabah-nasabah lainnya. Portofolio yang diberikan sebagai hasil verifikasi tim gabungan Bapepam, BEI, KSEI, KPEI dan Sarijaya tidak sesuai dengan posisi portofolio nasabah sebelum
suspensi Sarijaya 6 Januari 2009.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Oleh sebab itu, banyak nasabah tidak bisa memindahkan rekening efeknya ke sekuritas lain lantaran nilai portofolio yang tersisa tidak mencapai batas minimal rata-rata pembukaan rekening efek di sekuritas lain.

"Rata-rata batas minimal buka rekening efek kan Rp 25 juta. Karena portofolio kami banyak yang hilang, nilainya jadi di bawah Rp 25 juta. Jadi tidak bisa pindah rekening," jelas Teguh.

Ia mencontohkan, rekening efek miliknya semula memiliki saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dan PT Polysindo Tbk (POLY). Namun kini hanya tersisa saham POLY.

"BUMI hilang semua. POLY itu kan harganya Cuma Rp 50 per saham. Jadi nilai portofolio saya susut. Kalau saya mau pindah rekening di sekuritas lain, harus tambah dana lagi. Banyak nasabah yang mengeluh nih mas," keluhnya.

(dro/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads