"Harga IPO sekitar Rp 110-125 per saham," ujar Direktur Utama PT Reliance Securities, Orias Petrus Moedak selaku penjamin emisi IPO dalam paparan di Oakwood, Mega Kuningan, Jakarta, Jumat (13/2/2009).
Pada awal April 2009, Inovisi berencana mencatatkan 400 juta lembar saham baru (initial public offering/IPO) atau sekitar 40%. Inovisi telah menyampaikan prospektus IPO kepada Badan Pengawas Pasar Modal & Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam rencana IPO ini, Inovisi menggunakan laporan keuangan per 30 September 2008. Dana IPO akan digunakan untuk investasi infrastruktur telekomunikasi dengan memasang mirroring system dan perluasan platform infrastruktur sebesar 85%, sisanya 15% untuk modal kerja.
Untuk keperluan ini, perseroan menunjuk PT Investindo Nusantara Sekuritas dan PT Reliance Securities sebagai penjamin emisi IPO.
Saat ini pemegang saham Inovisi adalah PT Green Pine (99%) dan PT Surya Multi Prima (1%). Inovisi memiliki 4 anak usaha yaitu, PT Chiron Max, PT Graha Tunas Makmur, PT Andaman Multi Kreasi dan Fastline Limited.
Inovisi merupakan perusahaan yang menyediakan layanan bisnis mobile dengan menghubungkan ke jaringan telekomunikasi bergerak atau yang sering dikenal sebagai Mobile IT Infrastructure Provider. Inovisi berdiri pada Mei 2007.
Pada 30 September 2008, perseroan membukukan pendapatan Rp 40 miliar, naik signifikan dari periode yang sama tahun 2007 sebesar Rp 4 miliar.
(dro/qom)











































