Penguatan hari ini disebabkan naiknya beberapa harga komoditas pilihan seperti minyak +1.74%, gas +0.2%, CPO +2.57% serta pernyataan Gubernur BI, Boediono bahwa perekonomian Indonesia salah satu terbaik di Asia diantara tiga negara yang perekonomiannya negatif yakni Tiongkok, Indonesia dan India disamping beberapa rumor positif lainnya yang mengangkat indeks.
Sektor mining menjadi driver kenaikan indeks (+1.37%) disamping sektor infrastruktur (+0.8%) dan finance (+0.93%). Saham-saham infrastruktur seperti PGAS (Perusahaan Gas Negara), melompat 50 poin ke Rp2.075 setelah Indonesia memperoleh kesepakatan perpanjangan kontrak ekspor gas alam cair ke Jepang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara saham-saham perbankan seperti BBRI (Bank Rakyat Indonesia) naik 200 poin ke Rp4.400, investor positif melihat rencana perseroan untuk memberikan plafon kredit ke BUMN sebesar Rp10 tn dengan yield 14% dan NPL 0%, BDMN (Bank Danamon) ditutup di Rp2.225 (+2.29%), investor melihat meskipun laba FY08 turun 28% YoY ke Rp1.5 tn, namun valuasi harga wajar di level Rp2.500 masih memberikan potential upside sebesar 12%.
Saham-saham agriculture juga mengalami penguatan terkait tren mulai membaiknya harga CPO. UNSP (Bakrie Sumatra Plantation) naik Rp15 rupiah per lembar ke Rp330, AALI (Astra Argo Lestari) +0.41% ke Rp12.150.
Penguatan juga terjadi di bursa regional seiring optimisme spekulasi dana stimulus perekonomian AS ditambah hingga berupa keringanan cicilan KPR AS. Nikkei +0.96%, Hang Seng +2.47%, Kospi +1.07%, dan Straits Time +1.23%. Bursa Dow hari Senin akan libur terkait perayaan George Washington Day.
Berbeda dengan penguatan saham, rupiah hari ini ditutup melemah diatas 100 poin terhadap US dolar di level Rp11.870/USD karena menguatnya aksi beli dolar dan yen. Bursa Senin diperkirakan akan bergerak mixed menunggu keputusan detail bailout.
(etr/qom)











































