Sementara dari Washington, Presiden AS Barack Obama akan mengumumkan langkah-langkah untuk menghindari penyitaan perumahan pada Rabu pekan depan terkait dengan program stimulus ekonomi senilai US$ 787 miliar.
Pasar melihat upaya mengindari penyitaan perumahan yang menjadi biang keladi bobroknya kinerja perbankan akan sulit dilakukan. Karena perbankan melihat langkah ini sebagai upaya untuk membersihkan aset-aset 'beracunnya'.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Indeks Standard & Poor's 500 ikut turun 8,35 poin (1%) menjadi 826,84 dan Nasdaq composite index turun 7,35 poin (0,48%) menjadi 1.534,36. Selama sepekan ini, Dow Jones turun 5,2%, S&P tumbang 4,8% dan Nasdaq terpangkas 3,6%.
Saham-saham keuangan dan perbankan rontok karena investor masih cemas terhadap masa depan industri ini. Saham JP Morgan turun 3,3% menjadi US$ 25,30 yang menjadi pemicu pelemahan Dow Jones.
Volume saham yang diperdagangkan di NYSE mencapai 4,5 miliar saham yang lebih rendah dari Kamis sebelumnya 5,65 miliar saham karena banyak investor yang memilih konsolidasi.
Pasar saham di Wall Street akan tutup pada Senin 16 Februari karena memperingati hari Washington's Birthday atau Presidents' Day yang merupakan hari dideklarasikannya negara federal AS oleh kongres pada 1879.
(ir/ir)











































