Wall Street Butuh Kejelasan Paket Penyelamatan

Wall Street Butuh Kejelasan Paket Penyelamatan

- detikFinance
Sabtu, 14 Feb 2009 11:22 WIB
Wall Street Butuh Kejelasan Paket Penyelamatan
Jakarta - Pelaku pasar di Wall Street mengirimkan pesan yang jelas ke pemerintah dalam perdagangan sepekan ini. Tidak adanya detail paket penyelematan bailout membuat Dow Jones terpangkas 5,2% selama pekan ini.

Sementara dari Washington, Presiden AS Barack Obama akan mengumumkan langkah-langkah untuk menghindari penyitaan perumahan pada Rabu pekan depan terkait dengan program stimulus ekonomi senilai US$ 787 miliar.

Pasar melihat upaya mengindari penyitaan perumahan yang menjadi biang keladi bobroknya kinerja perbankan akan sulit dilakukan. Karena perbankan melihat langkah ini sebagai upaya untuk membersihkan aset-aset 'beracunnya'.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seperti dilansir AFP, Sabtu (14/2/2009) penutupan perdagangan saham Jumat waktu AS (13/2/2009) indeks Dow Jones Industrial Averaga (DJIA) turun 1,04% atau 82,35% menjadi 7.850,41. Posisi ini adalah yang terendah sejak 20 November 2008.

Indeks Standard & Poor's 500 ikut turun 8,35 poin (1%) menjadi 826,84 dan Nasdaq composite index turun 7,35 poin (0,48%) menjadi 1.534,36. Selama sepekan ini, Dow Jones turun 5,2%, S&P tumbang 4,8% dan Nasdaq terpangkas 3,6%.

Saham-saham keuangan dan perbankan rontok karena investor masih cemas terhadap masa depan industri ini. Saham JP Morgan turun 3,3% menjadi US$ 25,30 yang menjadi pemicu pelemahan Dow Jones.

Volume saham yang diperdagangkan di NYSE mencapai 4,5 miliar saham yang lebih rendah dari Kamis sebelumnya 5,65 miliar saham karena banyak investor yang memilih konsolidasi.

Pasar saham di Wall Street akan tutup pada Senin 16 Februari karena memperingati hari Washington's Birthday atau Presidents' Day yang merupakan hari dideklarasikannya negara federal AS oleh kongres pada 1879.             



(ir/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads