"Pendapatan tahun ini dipastikan di atas US$ 4 miliar. Kinerja full year 2008 masih diaudit. Kemungkinan akan diumumkan awal Maret 2009," ujar SVP Investor Relationns BUMI, Dileep Srivastava saat dihubungi detikFinance, Senin (16/2/2009).
Menurut Dileep, sumbangsih akuisisi Fajar Bumi dan DEWA juga menjadi salah satu faktor pendorong kinerja perseroan. Tentunya selain disebabkan oleh melonjaknya harga batubara yang diterima perseroan tahun 2009.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tahun 2008, perseroan memproduksi 55 juta ton batubara dan menjual batubara sebanyak 52 juta ton. Harga rata-rata yang diperkirakan akan diterima perseroan tahun lalu sekitar US$ 73 per ton.
Mengacu pada angka tersebut, pendapatan BUMI dari batubara bakal sekitar US$ 3,796 miliar di 2008. Angka tersebut sudah jauh lebih tinggi 67,59% dari pendapatan konsolidasi BUMI tahun 2007 sebesar US$ 2,265 miliar.
Tahun 2007, BUMI memproduksi batubara sebanyak 52 juta ton dengan volume penjualan batubara 55 juta ton.Harga rata-rata batubara yang diterima di 2007 sebesar US$ 44 per ton. Artinya dengan proyeksi harga rata-rata batubara yang akan diterima perseroan tahun 2008 sekitar US$ 73 per ton, mengalami pertumbuhan sebesar 65,90%.
Kendati dari segi target penjualan tampak mengalami koreksi 5,45%, namun kenaikan harga rata-rata batubara sebesar 65,90%, mendorong perolehan pendapatan perseroan tahun 2008 bisa tumbuh 67,59%.
"Tahun ini kami menargetkan pertumbuhan produksi dan penjualan sekitar 10%. Dengan adanya penurunan biaya produksi sebesar 15% akibat penurunan tajam harga minyak, akan mendorong kinerja perseroan semakin kuat di 2009," ujar Dileep.
Sayangnya, Dileep belum bisa menyebutkan perkiraan perolehan laba bersih tahun 2008 maupun targetnya di 2009. Namun ia memastikan, pertumbuhannya akan sangat signifikan. (dro/ir)











































