Humpuss Jajaki Listing Anak Usaha di Singapura

Humpuss Jajaki Listing Anak Usaha di Singapura

- detikFinance
Senin, 16 Feb 2009 12:53 WIB
Humpuss Jajaki Listing Anak Usaha di Singapura
Jakarta - PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk (HITS) sedang menjajaki pencatatan saham perdana (IPO) anak usahanya Humpuss Sea Transport Pte Ltd di Singapore Stock Exchange (SSX).

"Kami sedang mengkaji listing Humpuss Sea Transport di Singapura," ujar Direktur HITS, Permadi Soekasah usai RUPSLB di Grand Hyatt, Jakarta, Senin (16/2/2009).

Permadi mengatakan, langkah tersebut dilakukan guna menjadi perusahaan go international. Realisasinya masih menunggu hasil pengkajian internal perseroan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita kan sekarang sudah go public disini. Sekarang saatnya go international. Kalau bisa realisasinya tahun ini," ujar Permadi.

Sayangnya, ia belum dapat memberikan gambaran mengenai jumlah saham yang akan dilepas oleh Humpuss Sea Transport nanti.

"Listing ini juga menjadi salah satu opsi kami untuk memperoleh pendanaan untuk kebutuhan capex tahun ini," ujar Permadi.

Tahun ini, HITS menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar US$ 150 juta. Dana tersebut akan digunakan untuk mengakuisisi PT Humpuss Trading senilai Rp 100 miliar, pembelian beberapa kapal thug and barge dan modal kerja perseroan.

Kepemilikan saham Humpuss Trading dikuasai oleh grup Humpuss sebesar 98%. Oleh sebab itu, rencana ini memiliki benturan kepentingan.

"Jadi akan dimintakan persetujuan pemegang saham dalam RUPS. Waktunya belum ditentukan," ujar Permadi.

Selain menjajaki listing Humpuss Sea Transport di Singapura, HITS juga sedang mengkaji kemungkinan mencatatkan saham perdana (Initial Public Offering/IPO) PT Humpuss Transportasi Curah, anak usaha perseroan lainnya di Bursa Efek Indonesia (BEI).

"Kita juga mengkaji opsi IPO Humpuss Transportasi Curah di BEI," ujar Permadi.

Namun realisasinya masih menunggu pengkajian lebih lanjut. Opsi lainnya yang sedang dijajaki perseroan adalah mencari strategic partnership dengan beberapa perusahaan asing.

"Ada 3 yang sedang beauty contest. Ada dari Singapura, Hong Kong dan Inggris," jelas Permadi.

Melalui berbagai rencana tersebut, perseroan berharap dapat memenuhi kebutuhan capex tahun ini yang dianggarkan sebesar US$ 150 juta. (dro/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads