Investor Saham Masih Menunggu

Investor Saham Masih Menunggu

- detikFinance
Selasa, 17 Feb 2009 07:22 WIB
Investor Saham Masih Menunggu
Jakarta - Perlambatan ekonomi global yang juga menyeret ekonomi Indonesia di triwulan IV-2008 memberikan sinyal belum akan ada gairah di pasar saham. Pelaku pasar masih menunggu momen yang tepat untuk masuk lantai bursa.

Fokus pelaku pasar adalah dampak perlambatan ekonomi RI terhadap kinerja ekspor, rupiah dan minimnya investasi asing yang masuk.

Alhasil, pada perdagangan saham Selasa (17/2/2009) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan bergerak terbatas dan akan dibayang-bayangi kinerja bursa regional.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bursa saham Jepang Selasa pagi ini dibuka melemah 60,04 poin (0,77%) menjadi 7.690,13 karena pasar masih cemas akan pertumbuhan ekonomi negeri matahari terbit itu yang mengalami penurunan pertumbuhan di kuartal IV-2008 hingga 12% atau terburuk sejak 1974.

Sedangkan bursa saham Wall Street pada Senin kemarin tutup karena libur memperingati hari Washington Day.      

Pada penutupan perdagangan saham Senin kemarin (16/2/2008) IHSG naik 3,260 poin (0,24%) menjadi 1.342,002.

Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas.

Panin Sekuritas

IHSG kemarin bergerak sideways, ditutup +0,24% pada 1.342,002 dengan nilai transaksi yang relatif kecil. Investor terlihat masih melakukan "wait and see" atas perkembangan makro ekonomi nasional dan global. Angka GDP K4-08 yang tumbuh 5,2% gagal memberikan sentimen positif pada pasar. Melambatnya perekonomian global, melemahnya kinerja ekspor masih akan membayangi pergerakan pasar saham dalam beberapa waktu mendatang. Hari ini kami perkirakan indeks masih akan bergerak sideways seiring dengan minimnya sentimen positif. Secara teknikal, memang belum ada indikator yang menunjukkan peluang bagi indeks untuk rally lebih lanjut. Kisaran support-resistance 1.330-1.350.

Optima Securities


Walaupun nilai perdagangan tipis, indeks masih menguat terbatas sebesar 3 poin ke posisi 1.342.  Angka PDB kuartal IV sebesar 5,2%  (yoy) berada jauh di bawah ekspektasi pasar yang mencapai 5,7% serta minus 3,6% (qtq).  Besarnya PDB kuartal IV tersebut mengisyaratkan terjadi kontraksi akibat siklus tahunan disektor pertanian serta terutama krisis ekonomi yang mulai menyebar ke Indonesia. Sementara PDB 2008 di level 6,1% dan apabila di luar migas mencapai 6,5%. Selajutnya ekspektasi pertumbuhan ekonomi pada kuartal I 2009 akan menjadi  katalis fundamental valuasi indeks ke depan. Pola pergerakan indeks masih terbatas dikisaran sempit 1.310-1.360 dengan pilihan saham: MEDC, ENRG, BBRI, BDMN dan HEXA. 

eTrading Securities

Bursa Indonesia kemarin berhasil mengawali pekan ini dengan penguatan tipis, meski selama intraday bergerak cukup volatile. Indeks ditutup menguat +0.2% ke level 1342 dengan beberapa saham kecil seperti PTRO, BRPT dan BLTA berhasil menarik perhatian investor.

Bursa US hari ini tutup karena hari libur, sehingga tidak ada sentimen spesifik yang mampu mempengaruhi bursa Asia hari ini. Hari ini Obama akan menandatangani UU Stimulus ekonominya senilai US$ 789 miliar yang akan segera efektif digelontorkan dalam bentuk proyek infrastruktur.

Bursa Asia hari ini bergerak relatif melemah meski beberapa bursa seperti AORD (+0.03%) dan STI (+0.16%) dibuka menguat tipis. Bursa Jepang dibuka melemah (Nikkei -0.8%) pagi ini seiring sentimen negatif dari penurunan harga komoditas, khususnya logam, sementara bursa Korea dibuka terkoreksi signifikan (KOSPI -2%) terkait terus melemahnya Won Korea terhadap US$ yang membawa kekhawatiran investor terhadap stabilitas moneter negara tersebut.

Bursa Indonesia sendiri diperkirakan akan kembali bergerak sideways meski dengan kecenderungan melemah terbatas seiring minimnya sentimen yang mampu menggerakkan bursa. Nickel player akan sedikit diuntungkan hari ini seiring naiknya harga nickel +2,6% seiring naiknya permintaan nickel dari China seiring stimulus infrastruktur senilai $585 miliar. Akuisisi INDY terhadap 77.9% saham PTRO di kisaran harga $0.97-$1.01/lembar yang berarti sekitar Rp11.500/lembar diperkirakan akan kembali mengangkat saham PTRO seiring investor mengantisipasi kemungkinan Tender Offer saham PTRO di pasar. Rentang pergerakan indeks akan berada pada kisaran 1320 - 1355.
(ir/ir)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads