Sarijaya Kesulitan Biaya Operasional

Sarijaya Kesulitan Biaya Operasional

- detikFinance
Selasa, 17 Feb 2009 14:51 WIB
Sarijaya Kesulitan Biaya Operasional
Jakarta - PT Sarijaya Permana Sekuritas (SPS) mengalami kesulitan dana operasional untuk kegiatan sehari-hari, termasuk untuk melakukan verifikasi data nasabah. Listrik beberapa kantor cabang sudah dimatikan.

Kantor pusat Century dan cabang seluruh Indonesia saat ini menghadapi masalah berhentinya dana operasional dimana sejak transaksi Sarijaya dibekukan biaya operasional sudah tidak terbayar.

"Beberapa cabang sudah tidak beroperasi karena listrik sudah dipadamkan. Sedangkan pihak manajemen kami tidak bisa berbuat apa-apa. Akibatnya proses verifikasi saat inipun berjalan sangat lambat," tutur seorang karyawan Sarijaya kepada detikFinance, Selasa (17/2/2009).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, beberapa cabang di bulan Februari sudah tidak bisa melakukan operasional. Karyawan juga resah mengenai statusnya karena kabarnya SPS hanya bisa membayar gaji satu bulan ke depan lagi itu pun tidak dibayar penuh.

Gaji yang diterima karyawan sejak Januari sudah menggunakan pinjaman ke BEI yang menjadi salah satu SRO yang menanganai kasus SPS.

Pengacara SPS Luthfi Hakim mengakui bahwa memang sejak dibekukan, kegiatan operasional SPS otomatis tersendat. Karena memang sudah tidak ada lagi dana, yang selama ini disokong juga oleh dana bantuan SRO.

"Seluruh rekening sudah diblokir, makanya kita minta dana yang tidak terkait dengan nasabah jangan diblokir kan kasihan karyawan yang tidak bersalah jadi kena batunya," kata Luthfi ketika dihubungi detikFinance, Selasa (17/2/2009).

(ir/qom)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads