Bapepam: Sejumlah Cabang Sarijaya Memang Berhenti Operasi

Bapepam: Sejumlah Cabang Sarijaya Memang Berhenti Operasi

- detikFinance
Selasa, 17 Feb 2009 15:22 WIB
Bapepam: Sejumlah Cabang Sarijaya Memang Berhenti Operasi
Jakarta - Badan Pengawas Pasar Modal & Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) mengakui bahwa sejumlah kantor cabang PT Sarijaya Permana Sekuritas berhenti beroperasi dan menyebabkan distribusi hasil verifikasi sedikit terhambat.

"Kita sudah terima laporan dari Sarijaya kalau ada beberapa kantor cabang yang berhenti operasi," ujar Kepala Biro Transaksi dan Lembaga Efek Bapepam-LK Nurhaida saat dihubungi detikFinance, Selasa (17/2/2009).

Kendati demikian, Nurhaida mengatakan Bapepam tetap menekan manajemen Sarijaya untuk segera melakukan distribusi data hasil verifikasi secepatnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita tetap push mereka (Sarijaya) agar proses distribusi data hasil verifikasi tetap berjalan. Memang sedikit terhambat karena adanya kantor-kantor cabang yang berhenti operasi. Tapi kita tetap push mereka," ujar Nurhaida.

Salah seorang karyawan Sarijaya, membeberkan kepada detikFinance mengenai penyebab lambatnya proses verifikasi.

"Saat ini kantor pusat kami dan cabang seluruh indonesia menghadapi masalah berhentinya dana operasional kantor, sudah sejak kami dibekukan biaya operasioanl sudah tidak terbayar," ungkap seorang karyawan kepada detikFinance, Selasa (17/2/2009).

Menurutnya, beberapa cabang bahkan sudah tidak beroperasi karena listrik sudah dipadamkan. "Sedangkan pihak manajemen kami tidak bisa berbuat apa-apa," ungkap karyawan tersebut.

"Hal ini perlu diberitakan ke publik karena berkenaan dengan tidak bisanya lagi kami melayani proses verifikasi yang sampai saat ini pun berjalan sangat lambat," imbuhnya.

Bahkan ia mengatakan, beberapa cabang sudah tidak bisa melakukan operasional lagi bulan ini lantaran tidak ada kejelasan masalah gaji karyawan.

"Stasus karyawan pun belum jelas, sepengetahuan saya gaji yang bisa dibayarkan oleh Sarijaya hanya tinggal bulan ini dan itu pun menggunakan dana dari group yang terbatas dan tidak dibayar penuh," ungkap karyawan tersebut.

Nurhaida mengakui kebenaran cerita karyawan tersebut. Namun sebagaimana ia sebutkan di atas, Bapepam tetap menekan manajemen Sarijaya melaksanakan tugas distribusi data hasil verifikasi. (dro/lih)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads