Operasional Sarijaya Ditalangi BEI

Operasional Sarijaya Ditalangi BEI

- detikFinance
Selasa, 17 Feb 2009 15:42 WIB
Operasional Sarijaya Ditalangi BEI
Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) telah memberikan pinjaman dana kepada PT Sarijaya Permana Sekuritas untuk dana operasional. Dana tersebut sudah hampir habis dan operasional Sarijaya terancam berhenti total.

"Kami memang telah memberi pinjaman ke Sarijaya untuk operasional mereka. Besarnya pinjaman hampir Rp 1 miliar," ungkap sumber detikFinance di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (17/2/2009).

Menurut sumber tersebut, dana pinjaman memang diberikan setelah Sarijaya dihentikan sementara aktifitas perantara perdagangan sahamnya (suspensi) oleh BEI pada 6 Januari 2009.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mereka kan sedang kesulitan likuiditas. Namun mereka kan harus memiliki dana operasional untuk keperluan proses verifikasi. Jadi BEI memberikan pinjaman pada mereka," ujar sumber tersebut.

Kabar mengenai pinjaman dana dari BEI ini diberikan oleh salah seorang karyawan Sarijaya kepada detikFinance. Karyawan tersebut mengatakan bahwa dana pinjaman tersebut sudah hampir habis, sehingga gaji mereka pun diperkirakan hanya akan dibayar terakhir untuk Februari 2009.

Sehubungan dengan itu, Direktur Perdagangan Fix Income dan Derivatif, Keanggotaan dan Partisipan BEI Guntur Pasaribu enggan berkomentar lebih jauh soal adanya pinjaman tersebut.

"Kalau soal itu, tanyakan ke manajemen Sarijaya saja deh. Kita nggak bisa komentar," ujar Guntur.

Sementara Kepala Biro Transaksi dan Lembaga Efek Badan Pengawas Pasar Modal & Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) Nurhaida, juga enggan berkomentar soal itu.

"Kalau Sarijaya kesulitan likuiditas memang iya. Tapi kalau soal pinjaman dari BEI, tanyakan ke BEI saja deh. Saya kurang tahu," ujar Nurhaida.

Akibat kesulitan dana operasional, kegiatan Sarijaya di beberapa kantor cabang pun berhenti total. Hal ini menyebabkan proses distribusi data hasil verifikasi tim gabungan ke nasabah-nasabah Sarijaya pun terhambat.

Nurhaida pun mengakui adanya beberapa kantor cabang Sarijaya yang berhenti beroperasi dan menyebabkan terhambatnya proses distribusi data verifikasi.

"Kita sudah terima laporan dari Sarijaya kalau ada beberapa kantor cabang yang berhenti operasi. Tapi kita tetap push mereka (Sarijaya) agar proses distribusi data hasil verifikasi tetap berjalan," ujar Nurhaida.

Berdasarkan keterangan koordinator nasabah Sarijaya cabang Bogor Teguh Hartono, proses distribusi data verifikasi memang terhambat. Menurutnya, dari 470 nasabah di Bogor, baru 68 nasabah yang sudah menerima data hasil verifikasi.

(dro/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads