Pada perdagangan Selasa (17/2/2009) pukul 17.00 WIB, rupiah ditutup menguat tajam ke posisi 11.600 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di 11.800 per dolar AS.
"Kita tetap berada di pasar, kita akan tambah amunisi," ujar Gubernur BI Boediono di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Memang pinjaman itu untuk anggaran, tapi pada akhirnya masuk ke cadangan devisa," tuturnya.
Mengenai pelemahan rupiah, menurut Boediono hal itu terjadi beriringan dengan mata uang lainnya. "Karena di luar memang seperti itu, antara mata uang yang satu dan yang lain seperti itu," katanya.
(qom/ir)










































