Pada penutupan perdagangan saham sesi I, Rabu (18/2/2009) IHSG naik tipis 0,315 poin (0,02%) menjadi 1.318,355. Sedangkan rupiah pada perdagangan valas pukul 12.00 WIB anjlok 400 poin ke level 12.150 per dolar AS.
"Jadi sekarang trennya itu seluruh dunia sedang berburu obligasi korporasi AS. Bukan government tapi korporasi," kata Direktur Penelitian dan Pengaturan Perbankan BI Halim Alamsyah dalam acara pembukaan pelatihan pengawasan perbankan di gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Rabu (18/2/2009).
Halim menjelaskan saat ini investor dari seluruh dunia, melihat bahwa kontraksi krisis global di AS sudah mengecil dibandingkan Jepang dan Eropa. Harga obligasi korporasi di AS juga sudah murah sekali karena dampak krisis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perdagangan saham sesi siang mencatat transaksi sebanyak 20.940 kali, dengan volume 634,1 juta unit saham, senilai Rp 459,9 miliar. Sebanyak 48 saham naik, 46 saham turun dan 43 saham stagnan.
Saham-saham yang naik harganya antara lain, Bumi Resources (BUMI) naik Rp 10 menjadi Rp 700, Bank Danamon (BDMN) naik Rp 175 menjadi Rp 2.425, Bank Mandiri (BMRI) naik Rp 30 menjadi Rp 1.740, Barito Pacific (BRPT) naik Rp 40 menjadi Rp 600 dan Bank Rakyat Indonesia (BBRI) naik Rp 75 menjadi Rp 4.500.
Sedangkan bursa saham Asia disesi siang terkikis negatif seperti Hang Seng turun 1,56%, KOSPI turun 1,47%, Nikkei turun 1,72%, Shanghai turun 2,73%, STI Singapura turun 0,08% dan Taiwan turun 0,31%.
(ir/qom)











































