Pada perdagangan valas pukul 17.00 WIB, Rabu (18/2/2009) rupiah melemah 400 poin ke posisi 12.150 per dolar AS. Rupiah hari ini bergerak sangat volatil meski BI sudah siaga dengan intervensinya.
Gubernur BI Boediono mengatakan dolar AS memang menguat sekali terhadap mata uang lain.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara Direktur Penelitian dan Pengaturan Perbankan BI Halim Alamsyah menilai pelemahan rupiah karena maraknya perburuan obligasi korporasi AS yang menjadi pemicunya.
"Jadi sekarang trennya itu seluruh dunia sedang berburu obligasi korporasi AS. Bukan government tapi korporasi," kata Halim.
Halim menjelaskan saat ini investor dari seluruh dunia, melihat bahwa kontraksi krisis global di AS sudah mengecil dibandingkan Jepang dan Eropa. Harga obligasi korporasi di AS juga sudah murah sekali karena dampak krisis.
"Karena kontraksi kecil dan harga obligasi korporasi sudah murah sekali, investor melihat kebangkian AS sudah lebih dekat dibanding Jepang. Jadi ramai-ramai di seluruh dunia membeli obligai korporasi AS rata-rata yang triple A (AAA) atau double A (AA) tapi harganya sangat murah. Mereka sudah siap-siap," katanya.
(ir/qom)










































