Minyak Lesu, Waspada Saham Tambang

Minyak Lesu, Waspada Saham Tambang

- detikFinance
Kamis, 19 Feb 2009 07:30 WIB
Minyak Lesu, Waspada Saham Tambang
Jakarta - Turunnya harga minyak di New York di posisi US$ 34 per barel membuat investor harus waspada terhadap saham eneri. Sentimen eksternal terus mewarnai gerak saham di lantai bursa.

Pada perdagangan saham Kamis (19/2/2009) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi masih akan bergerak terbatas dengan transaksi yang tipis.

Investor juga akan memonitor posisi rupiah yang belakangan cenderung melemah. Selain saham tambang, pelaku pasar juga akan fokus pada saham perbankan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara bursa saham Nikkei Jepang Kamis pagi ini dibuka menguat 69,78 poin (0,93%) menjadi 7.604,22. Sedangkan bursa saham Wall Street cenderung flat meski presiden AS Barack Obama telah meluncurkan program penyelamatan sektor perumahan.

Pada penutupan perdagangan Rabu waktu AS (18/2/2009), indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup naik tipis 3,03 poin (0,04%) ke level 7.555,63. Indeks Standard & Poor's 500 malah turun 0,75 poin (0,10%) ke level 788,42 dan Nasdaq turun 2,69 poin (0,18%) ke level 1.467,97.

Indeks saham bergerak pada kisaran yang sempit sepanjang perdagangan. Investor semakin menahan diri setelah Federal Reserve memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi AS di tahun 2009.
Β Β Β Β 
Sementara pada penutupan perdagangan saham, Rabu kemarin (18/2/2009) IHSG naik 12,570 poin (0,95%) menjadi 1.330,610.

Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas.

Optima Securities

Di tengah tekanan sentimen negatif bursa regional, IHSG berhasil rebound 12 poin ke level 1.330 ditopang sektor keuangan yang menguat 2,3%. Level 1.300 sepertinya menjadi support kuat saat ini dan selanjutnya masih bertumpu pada sentimen luar karena masih minimnya katalis dari domestik apalagi rupiah masih melemah. Pergerakan harian masih terbatas serta transaksi yang tipis dikisaran 1.310-1.350. Beberapa saham pilihan yakni: PTBA, ADRO, BBRI, BDMN, dan UNTR.

Panin Sekuritas


IHSG bergerak menguat +0,95% didukung oleh menguatnya saham sektor perbankan. Kenaikan IHSG terjadi di tengah anjloknya bursa regional. Meski demikian, kami melihat investor masih harus mencermati perkembangan makro ekonomi global, disamping nilai tukar rupiah yang bergerak dikisaran Rp12.000-an. Disisi lain, kami melihat masih terdapat peluang untuk trading jangka pendek beberapa saham unggulan. Kisaran support-resistance 1.317-1.339.

eTrading Securities

Setelah sesi yang volatil di tengah perincian Housing Plan Obama, saham AS tertutup hampir flat: Dow naik 2,79 poin (+0,04%) ke 7.555,39, S&P500 -0,1% dan Nasdaq -0,18%. Presiden Obama menjajikan US$ 275 miliar untuk membantu 9 juta pemilik rumah yang dalam kesulitan: US$ 75 miliar untuk mengurangi angsuran KPR, dan US$ 200 miliar untuk mendanai Fannie Mae dan Freddie Mac. Investor mengabaikan laporan konstruksi perumahan yang menurun 16,8% ke 466.000 dan izin bangunan yang turun 4,8%. Fed menurunkan proyeksi mereka untuk 2009, memprediksikan kenaikan pengangguran 8,5%-8,8% dan kontraksi ekonomi 0,5%-1,3%. Saham yang menurun diantara lain: Bank of America -6,73%, General Motors -5,5% dan Citigroup -4,9%.

Di Indonesia Indeks bergerak melawan trend regional kemarin, di tutup naik 1% sementara regional mixed, STI +1%, Nikkei -1,5%, HIS +0,5% dan Kospi -1,2%. Dollar terus menguat, Rupiah tergerek di atas Rp12,000/dollar pagi ini. Pemerintah US menerbitkan surat utang untuk pendanaan bail-out sehingga membuat investor berburu dollar untuk membeli obligasi tersebut. Dari pengamatan saya juga rata-rata pasar yakin Rupiah memiliki fundamental yang kuat. Fluktuasi di jangka pendek tidak menjadi tolak ukur pelemahan Rupiah di jangka panjang.

Crude Oil steady pada level $34/barrel, cadangan bensin terus meningkat di US akibat dari pengurangan konsumsi kendaraan. Emas kembali di buru, naik menjadi $985/oz. Permintaan emas naik 26% di 4Q08 atau setara dengan 1.036,5 metric tons. Commoditas: CPO -1,4% menjadi RM1.884/MT, TIN -0,9% menjadi $11.005/MT dan Nickel +0,6 menjadi $9.975/MT.

Pagi Ini ISX di perkirakan akan side-way sampai melemah, sentiment dollar akan memicu profit taking di perdagangan hari ini. Meskipun saham-saham small-cap masih memiliki potensi kenaikan namun "tidak ada pohon yang tumbuh ke langit". Selain fundamental yang jauh lebih sehat dibandingkan negara lain, investor domestik cenderung optimis dengan pasarnya sendiri. Range Indeks Hari ini 1.310-1.345.
(ir/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads