Hal ini dikatakan oleh pengamat ekonomi Faisal Basri dalam seminar 'Kebijakan Perpajakan Untuk Menjawab Tantangan Dalam Krisis Global' di Hotel Kartika Chandra, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (19/2/2009).
"Yang menyebabkan nilai tukar rupiah anjlok adalah dari spekulan domestik, termasuk Danareksa," tandasnya.
Faisal mengatakan, Danareksa mengalami kerugian raturan juta USD karena melakukan hedging valas.
"Mereka bilangnya heding, tapi hedging apaan? Mudah-mudahan direksinya diganti, karena yang paling jahat adalah direktur utama Danareksa Sekuritas, saya punya data-datanya," katanya.
Faisal mengatakan selain itu, faktor penyebab sulitnya menjaga nilai tukar rupiah adalah karena banyaknya dana jangka pendek di Indonesia. "BI juga terlalu semangat untuk menjaga nilai rupiah sehingga pernah sangat menguat tahun lalu, tahun lalu BI menggelontorkan US$ 16 miliar untuk intervensi rupiah," tukasnya.
Pada perdagangan valas pukul 10.45 WIB, Kamis (19/2/2009) rupiah melemah 140 poin ke posisi 12.030 per dolar AS.
(dnl/ir)











































