Laba Per Saham Emiten BEI Diprediksi Anjlok Tajam di 2009

Laba Per Saham Emiten BEI Diprediksi Anjlok Tajam di 2009

- detikFinance
Kamis, 19 Feb 2009 13:45 WIB
Laba Per Saham Emiten BEI Diprediksi Anjlok Tajam di 2009
Jakarta - Indeks laba per saham (earning per share/EPS) seluruh emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2009 diprediksi mengalami pertumbuhan minus 7,6%.

Berdasarkan data riset Chief Economist Mandiri Group Mirza Adityaswara, disebutkan bahwa pertumbuhan EPS terburuk tahun 2009 diperkirakan akan dialami oleh bursa Taiwan sebesar minus 23%.

Angka tersebut masih lebih baik dari pertumbuhan EPS bursa Taiwan tahun 2008 yang anjloknya mencapai minus 33,9%.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Posisi kedua terburuk dialami oleh bursa Thailand. Prediksi Mirza, pertumbuhan EPS bursa Thailand tahun 2009 minus 9,1%. Tahun 2008, bursa Thailand masih membukukan pertumbuhan EPS positif 4,1%.

Pertumbuhan EPS bursa Singapura menduduki posisi ketiga terburuk, sebesar minus 7,9% tahun 2009, sedikit lebih baik dari pertumbuhan EPS tahun 2008 minus 12,8%.

Tahun 2008, Indonesia masih membukukan pertumbuhan EPS sebesar 9,4%. Namun tahun ini diperkirakan turun drastis minus 7,6%.

Posisi kelima terburuk diduduki oleh bursa Malaysia. Tahun 2008, pertumbuhan EPS bursa Malaysia minus 4,5%. Tahun ini diperkirakan masih tumbuh negatif sebesar minus 0,4%.

Sedangkan bursa Hong Kong, India, Korea dan Filipina diprediksi masih akan mengalami pertumbuhan EPS positif.

Bursa Hong Kong membukukan pertumbuhan EPS minus 13,3% tahun 2008. Tahun ini diprediksi tumbuh positif 0,4%.

Bursa Filipina juga diperkirakan tumbuh 5,5% tahun ini. Tahun lalu, bursa Filipina membukukan pertumbuhan EPS minus 1,6%.

Tahun 2008, bursa India mencatat pertumbuhan EPS positif 9,4%. Tahun ini diperkirakan masih tumbuh positif 8,2%, terkoreksi tipis dari pertumbuhan tahun 2008.

Bursa Korea yang tahun 2008 mencatat pertumbuhan EPS minus 21,9%, tahun ini diperkirakan akan mencatat pertumbuhan positif 8,8%.

(dro/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads