Obligasi IMF dan Pemerintah AS akan Bersaing Ketat

Obligasi IMF dan Pemerintah AS akan Bersaing Ketat

- detikFinance
Kamis, 19 Feb 2009 14:24 WIB
Obligasi IMF dan Pemerintah AS akan Bersaing Ketat
Jakarta - Rencana International Monetary Fund (IMF) menerbitkan obligasi senilai US$ 150 miliar diperkirakan bakal berhadapan langsung (head to head) dengan rencana penerbitan obligasi pemerintah AS hingga US$ 700 miliar.

"Penerbitan obligasi IMF US$ 150 miliar tentunya akan menimbulkan kompetisi ketat di pasar obligasi global," ujar Chief Economist Mandiri Group Mirza Adityaswara dalam acara di restoran Oasis, Jl Raden Saleh, Jakarta, Kamis (19/2/2009).

Menurut Mirza, kompetisi ketat pasar obligasi global akan terkonsentrasi pada perebutan pangsa pasar antara obligasi IMF US$ 150 miliar dengan penerbitan obligasi pemerintah AS hingga US$ 700 miliar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tentunya obligasi-obligasi korporasi global bisa terkena pengaruh, terutama dari segi permintaan," ujar Mirza.

Mirza mengatakan, meski pun saat ini memang terjadi perpindahan dana besar-besaran dari seluruh dunia ke AS lantaran perburuan obligasi korporasi AS, namun penerbitan obligasi IMF dan obligasi pemerintah AS bisa membalikkan keadaan.

"Kita belum tahu akan seperti apa persisnya. Tapi yang jelas kompetisi antara obligasi IMF dan pemerintah AS akan cukup kuat tarik menarik. Bisa saja keadaannya berubah terbalik dari saat ini," jelas Mirza.


Sebelumnya, Direktur Bank Indonesia Halim Alamsyah pada Rabu kemarin (18/2/2009), mengatakan bahwa saat ini tren investasi global cenderung memburu obligasi korporasi AS yang harganya sedang sangat murah namun yield atau kupon bunga yang ditawarkan sangat tinggi.

Hal senada diucapkan oleh Direktur PT Trimegah Securities Tbk (TRIM) Desimon. Ia mengatakan permintaan obligasi korporasi AS memang cenderung meningkat ketimbang obligasi pemerintah AS.

Menurut Desimon, tren ini bisa mementahkan penerbitan obligasi korporasi berdenominasi dolar AS dari perusahaan-perusahaan di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

"Corporate bonds spread di AS membaik, meski masih tinggi. Terutama untuk BAA rated bonds. Kelihatannya masih menunggu selesainya rekapitulasi perbankan," ujarnya.

Meski permintaan obligasi korporasi AS sedang meningkat, namun sebagaimana diungkapkan Mirza, penerbitan obligasi IMF US$ 150 miliar dan obligasi pemerintah AS hingga US$ 700 miliar bakal berdampak pada permintaan obligasi korporasi baik di AS maupun di negara-negara lain.

Saat ini, IMF memang sedang berencana menerbitkan obligasi untuk pertama kalinya. Nilainya diperkirakan sebesar US$ 150 miliar.

"Dana IMF saat ini cuma US$ 250 miliar. Dalam kondisi seperti ini, IMF membutuhkan dana tambahan untuk mengantisipasi kebutuhan permintaan pinjaman dana dari emerging market. Oleh sebab itu mereka berencana menerbitkan obligasi untuk pertama kalinya, sekitar US$ 150 miliar," jelas Mirza.

(dro/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads