Pada perdagangan saham akhir pekan Jumat (20/2/2009) IHSG diprediksi masih akan bergerak terbatas. Namun beberapa saham di sektor perbankan masih menunjukkan tren kenaikan.
Pergerakan rupiah juga akan mewarnai arah IHSG disamping sentimen bursa regional. Pada Jumat pagi ini indeks Nikkei Jepang melemah 13,58 poin (0,18%) menjadi 7.544,07.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan Kamis waktu AS (19/2/2009), indeks Dow Jones ditutup kembali turun 89,68 poin (1,19%) ke level 7.465,95, setelah sempat menyentuh 7.447,55. Indeks Standard & Poor's 500 juga turun 9,48 poin (1,20%) ke level 778,94 dan Nasdaq turun 25,15 poin (1,71%) ke level 1.442,82.
Sementara pada penutupan perdagangan saham Kamis kemarin (19/2/2009) IHSG turun 6,914 poin (0,52%) menjadi 1.323,696.
Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas.
Panin Sekuritas
IHSG kemarin bergerak melemah -0,52% didorong oleh aksi jual terhadap saham unggulan. Saham ISAT, PGAS, BBRI tercatat menjadi beberapa saham yang mendorong indeks turun. Aksi beli terhadap saham BUMI pada sesi 2 menjadi penyelamat indeks sehingga tidak turun terlampau tajam. Secara teknikal, baik dari weekly maupun daily chart terlihat IHSG masih berada dalam pola sideways. Investor tampak masih melakukan "wait and see" menyusul perkembangan makro ekonomi global yang belakangan kurang menggembirakan. Kami perkirakan IHSG hari ini akan bergerak pada level support-resistance 1.305-1.334.
Optima Securities
Support kuat di 1.300 kembali diuji dengan koreksi sehat sebesar 7 poin sehingga membawa indeks ke posisi 1.323. Fase sideways atau konsolidasi masih berlangsung dan belum ada tanda reversal karena belum ada sentimen segar ke pasar. Namun demikian beberapa saham menunjukkan uptrend perlahan-lahan sehingga bisa menjadi pilihan menarik investor. Dengan pola yang masih sama, indeks bergerak dilevel 1.300-1.340 sedangkan pilihan saham: BMRI, BBCA, ASII, BYAN, dan ENRG.
eTrading Securities
Indeks kemarin kembali terkoreksi -0.5% ke level 1323.6 seiring pelemahan beberapa saham Blue Chip seperti ISAT (-14.5%), BBRI (-3.3%), INCO (-3.4%) dan PTBA (-1.3%). Pelemahan Rupiah yang kembali berada di atas level Rp12.000/US$ juga menjadi katalis negatif bagi investor. BUMI kemarin terlihat Outperform Indeks dengan berhasil menguat +8.1% ke level 800.
Semalam Dow kembali mengalami hari yang buruk dan turun ke level terendah dalam 6 tahun terakhir dengan terkoreksi -1.2% ke level 7465.9. HP menjadi katalis penurunan indeks setelah memotong asumsi pendapatan tahun ini seiring tingginya angka credit card default yang menambah beban perusahaan tersebut. HP -7.9%, Citigroup -14%, Bank of America -14% danΒ Prudential Financial -16%.
Bursa Asia pagi ini bergerak melemah memfaktorkan koreksi yang terjadi di bursa US. Nikkei -0.6%, KOSPI -1.9% dan AORD -1.5%.Β Saham-saham teknologi dan finansial memimpin koreksi yang terjadi hari ini seiring kekhawatiran akan semakin buruknya sistem finansial global dengan banyaknya default pada kartu kredit. Sementara sektor energy-related menguat seiring melonjaknya harga minyak kemarin +14% (kenaikan terbesar dalam 7 minggu) ke level $39.4/barrel seiring berita positif dari turunnya inventory minyak di US.
Bursa Indonesia hari ini cenderung akan bergerak lebih defensif seiring sentimen lonjakan harga minyak akan memberi katalis positif bagi emiten tambang dan energy-related. BUMI diperkirakan masih akan mampu melanjutkan penguatannya diikuti beberapa Coal Player lainnya PTBA, ITMG, ADRO dan juga Energy related PGAS. Indeks diperkirakan akan bergerak mixed dengan koreksi pada sektor Telco dan Banking. Rentang pergerakan indeks akan berada pada kisaran 1310 β 1340.Β (ir/ir)











































