Pasar Saham Masih Labil

Pasar Saham Masih Labil

- detikFinance
Senin, 23 Feb 2009 07:37 WIB
Pasar Saham Masih Labil
Jakarta - Kondisi pasar saham dalam negeri masih labil karena pengaruh bursa global yang masih saja mengalami tekanan. Namun tekanan jual diprediksi mulai mereda karena sejumlah saham harganya sudah rendah.

Saham-saham konsumer mulai jadi incaran pelaku pasar di tengah tekanan yang terjadi pada saham tambang dan perbankan.

Namun pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Senin ini (23/2/2009) diprediksi tetap akan dipengaruhi gerak bursa regional dan Wall Street.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada akhir pekan lalu, saham-saham di Wall Street kembali bergerak melemah, dengan indeks Dow Jones terpuruk ke level terendah dalam 6,5 tahun terakhir setelah terpangkas lebih dari 100 poin.

Investor terus diselimuti kekhawatiran bahwa akan terjadinya nasionalisasi atas bank-bank besar. Ketidakpastian seputar rencana penyelamatan sektor perbankan juga terus menyelimuti kendati pemerintah Obama sudah mengeluarkan paket stimulus.

Pada penutupan perdagangan Jumat (20/2/2009), indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup turun hingga 100,28 poin (1,34%) ke level 7.365,67. Sepanjang pekan ini, indeks Dow Jones terpangkas hingga 6,2%.

Indeks Nasdaq juga turun 1,59 poin (0,11%) ke level 1.441,23. Nasdaq sepanjang pekan ini tercatat turun hingga 6,1% dan terpuruk ke level terendah dalam 12 tahun terakhir. Sementara indeks Standard & Poor's 500 juga turun 8,89 poin (1,14%) ke level 770,05.

Sementara pada penutupan perdagangan saham Jumat (20/2/2009) IHSG turun 26,754 poin (2,02%) menjadi 1.296,942.

Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas.

Panin Sekuritas

Pekan ini kami perkirakan indeks masih akan bergerak melemah meski tekanan jual mulai mereda. Saham consumer goods seperti UNVR, KLBF, dan INDF tampaknya dapat menjadi pilihan investor di tengah tekanan pada saham perbankan dan pertambangan yang biasanya mendominasi pergerakan indeks. Faktor regional juga masih akan berpengaruh besar pada pergerakan indeks.

Tertembusnya level support 7.500 pada hari Kamis, membuat Dow Jones memasuki trend bearish untuk jangka pendek. Dari perbandingan chart antara Dow Jones dan IHSG terlihat penurunan Dow Jones terjadi lebih tajam pada pekan lalu. Sebagai perbandingan, pada November 2008 lalu ketika Dow Jones berada di level 7.500, IHSG berada di level 1.140-an. Untuk pekan ini kami perkirakan IHSG berada pada support-resistance pekan ini berada 1.230-1.335.
Β 
Optima Securities

Pelemahan bursa Asia makin menekan indeks sehingga break support kuat di 1.300 ke posisi 1.296. Memasuki area oversold, investor sebaiknya menunggu sampai volatilitas berkurang ditandai oleh Bollinger band yang menyempit. Karena masih minim sentimen dari domestik maka indeks sangat tergantung arah Dow dengan support kuat di level 1.280. Pergerakan harian ada di kisaran 1.280-1.310 dengan saham pilihan: UNVR, AALI, BYAN, BBCA, dan INDF.

eTrading Securities


Senin ini dimulai dengan kabar baik dari BUMI; BAPEPAM akhirnya mengharuskan BUMI untuk menggelar RUPS seiring rencana akuisisi 3 emiten (FBS, DEWA dan PEB) namun pada perdagangan kemarin BUMI tergerus di akhir perdagangan. Investor cenderung melakukan profit taking setelah ISX bergerak naik sementara regional sebaliknya. Penembusan level index 1.300 juga menjadi sentiment kepasar. Silakan di baca Review Teknikal Analisis ISX dibawah. INCO mencatat kerugian (Bottom-line) di periode 4Q08 sebesar Rp-10 miliar, rekomendasi kita masih negatif pada saham ini. Kita sudah tidak menyukai saham ini sejak awal tahun 2008. Harga rata-rata jual nikel turun -41% dan volume nikel turun -5%. Dengan level rata-rata jual INCO yang masih lebih tinggi yakni $10,675/MT namun INCO sudah mencatat kerugian. Saat ini harga Nickel pada spot adalah $9.855/metric tons.

Indeks gagal bertahan diatas support triangle di level 1315 dan konfirmasi dead cross SMA5&60. Dengan tertembusnya level psikologis ini, IHSG akan mencari support baru di seiring momentum bearish yang kuat. Support IHSG akan berada pada kisaran 1284 dan 1261. Trading Range: 1220 - 1324

Saham AS melemah, tapi lolos level terendah dalam 10 tahun. Kekhawatiran atas nasionalisasinya perbankan masih membanyangi bursa AS yang di akhir pekan lalu melemah lagi. Dow terpangkas 100,28 poin (-1,34%) ke level 7365,67, S&P500 -1,14% dan Nasdaq -0,11%. Di tengah sesi, Dow sempat menurun ke level terendah sejak Oktober 1997 sebelum investor menyambut kabar bahwa pemeritah akan mendukung sektor perbankan untuk tetap menjadi privat. Hal ini tidak mampu membantu saham bank yang anjlok: Bank of America -3,56% dan Citigroup -22,31%. Beberapa saham big cap melemah: General Motors -4,55% ke level terendah sejak 1938, Alcoa -0,94% ke level terendah dalam 20 tahun, General Electric -6,76%, Boeing -3,35% dan Kraft -3,37%. Data ekonomi menunjukan bahwa CPI naik 0,3% bulan lalu namun core CPI juga naik 0,2%. Menjelang akhir pekan, Presiden Obama memerintahakan Treasury untuk memulai pengurangan pajak. (ir/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads