Demikian hal itu dikemukakan oleh pemilik Ancora Gita Wiryawan usai raker bersama Komisi VII DPR RI di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Senin (23/2/09).
"Saat ini adalah saat yang tepat melakukan akuisisi tambang batubara dan mineral karena harga sedang murah," Gita yang kini menjabat komisaris di Pertamina.
Dana sebesar US$ 100 juta tersebut bagian dari dana investasi induk usaha perusahaan tersebut yang bernama Ancora Capital tahun 2009 sebesar US$ 300 juta.
Ia mengatakan, dana yang digunakan untuk investasi tersebut didapat dari sebuah perusahaan investasi timur tengah dengan cara menyetor ekuiti. Jadi, setelah perusahaan tambang tersebut rampung diakuisisi maka perusahaan investasi timur tengah itu akan mendapat jatah kepemilikan saham.
"Dananya dari ekuiti, jadi bukan pinjaman. Dia itu investment company dari Timur Tengah," katanya.
(ang/ir)










































