ASIA Minta Pembukaan Suspensi Saham

ASIA Minta Pembukaan Suspensi Saham

- detikFinance
Senin, 23 Feb 2009 17:45 WIB
ASIA Minta Pembukaan Suspensi Saham
Jakarta - Manajemen PT Asia Natural Resources Tbk (ASIA) berharap Bursa Efek Indonesia (BEI) segera membuka suspensi atau penghentian perdagangan saham sementara yang diberlakukan sejak 22 Maret 2006. Pihaknya pada saat ini sudah mengajukan semua persyaratan yang diminta oleh bursa efek.

"Kami sudah melakukan apa yang BEI minta dan saat ini sedang menunggu sinyal dari mereka (BEI). Kami mengharapkan suspensi segera dibuka oleh bursa efek," ujar Direktur dan Corporate Secretary ASIA, Stanislaus Say dalam siaran persnya, Senin (23/2/2009).

Menurut Stanislaus, perusahaan yang dulu bernama PT Asia Grain International Tbk itu sudah membukukan kinerja positif. Salah satunya ditunjukkan dengan penjualan batubara yang telah mencapai lebih dari Rp 10 miliar di Februari ini. Perseroan juga memproyeksikan kinerjanya bisa terus meningkat dan mencapai angka Rp 20 miliar setiap bulannya dari penjualan batu bara.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat ini perseroan sedang menjalin kerja sama dengan Indonesian Power, perusahaan pemasok batu bara di Suralaya dengan masa kontrak satu tahun, yaitu sejak awal 2009-2010. Selain itu, ASIA juga menjalin kerja sama dengan para penyuplai lainnya sehingga ditargetkan bisa memperkokoh pendapatan.

Stanislaus menambahkan, kinerja keuangan ASIA sepanjang 2008 juga terbilang baik dengan membukukan penjualan sebesar Rp 101,3 miliar atau naik kelipatan hingga 30 kali (3000%) dari Rp 330 juta pada 2007.

"Penyumbang terbesar adalah batubara. Kontribusinya sekitar 90% dari pendapatan," ungkapnya.

Sementara untuk laba bersih 2008, ASIA membukukan laba sebesar Rp 7,4 miliar atau naik 186% dari rugi bersih 2007 sebesarΒ  Rp 8,6 miliar. Seperti diketahui, ASIA masuk ke bisnis batu bara sejak awal 2008. Saat itu Perseroan mengakuisisi PT Tekonindo, perusahaan yang bergerak di pertambangan nikel dengan luas lahan eksplorasi 3.335 hektare.Β  Untuk tahun ini, ASIA mengalokasikan belanja modal (capital expenditure) sebesar US$ 5 juta untuk aktivitas pertambangan nikel.

Menurut Stanislaus, pihaknya sudah memenuhi berbagai persyaratan untuk dibukanya suspensi, antara lain membayar listing fee, mengadakan divisi corporate secretary dan komite audit, serta melakukan RUPS Insidental dan juga mengadakan public expose. Sedangkan mengenai perusahaannya sendiri, saat ini melakukan upaya-upaya untuk pertumbuhan kinerjanya.

"Jika bursa efek membuka suspensi perdagangan saham perusahaan, akan membantu untuk membuka jaringan kerjasama antara perseroan dengan lembaga keuangan dan komitmen pemegang saham pengendali akan didapatΒ  untuk menambah modal kerja perseroan serta bisa dipastikan kinerja ASIA akan lebih baik lagi," katanya.


(dro/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads