Wall Street Terendah Sejak 12 Tahun

Wall Street Terendah Sejak 12 Tahun

- detikFinance
Selasa, 24 Feb 2009 06:58 WIB
Wall Street Terendah Sejak 12 Tahun
New York - Saham-saham di Wall Street kembali berjatuhan, dengan indeks Dow Jones dan S&P 500 menyentuh level terendahnya dalam 12 tahun. Investor kehilangan keyakinan akan kemampuan pemerintah AS untuk melakukan stabilisasi sektor keuangan.

Indeks Standard & Poor's 500 (S&P 500) dan Dow Jones terpuruk ke level terendahnya sejak tahun 1997 setelah pemerintah AS mengumumkan rencana 'Capital Buffer' untuk membantu bank-bank, sekaligus untuk menghindari nasionalisasi bank-bank.

Dalam konferensi pers bersama antara Departemen Keuangan AS, Bank Sentral dan regulator perbankan, dijelaskan mengenai rencana pemerintah untuk meningkatkan kepemilikian sahamnya di bank-bank yang bermasalah namun ditekankan bahwa pengelolaannya akan tetap di tangan swasta. Penekanan ini sekaligus untuk menegaskan tidak akan terjadinya nasionalisasi atas bank-bank yang bermasalah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Rencana pemerintah telah memberikan kontribusi pada rally pada pagi hari, namun aksi beli itu ternyata tidak bertahan lama," ujar Elizabeth Harrow, analis dari Schaeffer's Investment Research seperti dikutip dari AFP, Selasa (24/2/2009).

Pada perdagangan Senin (23/2/2009), indeks Dow Jones ditutup merosot hingga 250,73 poin (3,40%) ke level 7.114,94. Dow Jones menembus level terendahnya sejak Mei 1997.

Indeks S&P 500 merosot 26,71 poin (3,47%) ke level 743,34, yang merupakan terendah sejak April 1997. Nasdaq juga merosot hingga 53,51 poin (3,71%) ke level 1.387,72, level terendah sejak November 2008.

Kapitalisasi Dow Jones tercatat turun hingga 77,1 miliar. Perdagangan di pasar saham cukup aktif, dengan transaksi di New York Stock Exchange mencapai 1,59 miliar lembar saham, di atas rata-rata tahun lalu sebanyak 1,49 miliar. Sementara di Nasdaq, transaksi mencapai 2,02 miliar, di bawah rata-rata tahun lalu sebanyak 2,28 miliar.

Kabar buruk lainnya muncul setelah CNBC melaporkan raksasa asuransi American International Group akan 'dipaksa' untuk bangkrut jika rencana penyelamatan baru dengan pemerintah gagal untuk mengamankan pendanaan lebih lanjut.

Kekhawatiran akan berlanjutnya resesi juga menggerus saham-saham konsumer dan teknologi. IBM dan Hewlet Packard menjadi penyeret pelemahan terbesar di Dow Jones. Saham IBM merosot 5%, HP anjlok 6,3%.

Sektor perbankan justru naik merespons kabar positif bahwa pemerintah akan menaikkan kepemilikan sahamnya di Citigroup hingga 40 persen untuk mencegah kolapsnya perusahaan tersebut. Saham Bank of America juga naik 3,17%.



(qom/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads