IHSG Menunggu Konfirmasi Regional

IHSG Menunggu Konfirmasi Regional

- detikFinance
Selasa, 24 Feb 2009 07:31 WIB
IHSG Menunggu Konfirmasi Regional
Jakarta - Kelanjutan penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih akan menunggu konfirmasi bursa regional. Meski sudah mulai keluar dari zona penurunan, namun tekanan eksternal masih akan membayangi gerak saham.

Pada perdagangan saham Selasa (24/2/2009) IHSG diprediksi masih punya peluang untuk bertahan di zona positif, namun dengan pergerakan yang terbatas dan nilai transaksi yang minim.

Gangguan bursa saham regional bisa kembali menjadi pemantik pelemahan IHSG. Bursa saham Nikkei Jepang pada Selasa pagi ini anjlok 109,48 poin (1,48%) menjadi 7.266,68.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saham-saham di Wall Street kembali berjatuhan, dengan indeks Dow Jones dan S&P 500 menyentuh level terendahnya dalam 12 tahun. Investor kehilangan keyakinan akan kemampuan pemerintah AS untuk melakukan stabilisasi sektor keuangan.

Indeks Standard & Poor's 500 (S&P 500) dan Dow Jones terpuruk ke level terendahnya sejak tahun 1997 setelah pemerintah AS mengumumkan rencana 'Capital Buffer' untuk membantu bank-bank, sekaligus untuk menghindari nasionalisasi bank-bank.

Dalam konferensi pers bersama antara Departemen Keuangan AS, Bank Sentral dan regulator perbankan, dijelaskan mengenai rencana pemerintah untuk meningkatkan kepemilikian sahamnya di bank-bank yang bermasalah namun ditekankan bahwa pengelolaannya akan tetap di tangan swasta. Penekanan ini sekaligus untuk menegaskan tidak akan terjadinya nasionalisasi atas bank-bank yang bermasalah.

Pada penutupan perdagangan Senin waktu AS (23/2/2009), indeks Dow Jones ditutup merosot hingga 250,73 poin (3,40%) ke level 7.114,94. Dow Jones menembus level terendahnya sejak Mei 1997.

Indeks S&P 500 merosot 26,71 poin (3,47%) ke level 743,34, yang merupakan terendah sejak April 1997. Nasdaq juga merosot hingga 53,51 poin (3,71%) ke level 1.387,72, level terendah sejak November 2008.

Sementara pada penutupan perdagangan saham Senin kemarin (23/2/2009) IHSG naik 15,497 poin (1,19%) menjadi 1.312,439.

Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas.

Panin Sekuritas

IHSG kemarin berhasil rebound dengan menguat +1,1% didorong oleh reboundnya bursa regional pada sesi 2 perdagangan. Penguatan bursa regional menyusul rencana pemerintah AS untuk meningkatkan kontrol mereka di Citigroup. Rencana ini dipandang pasar sebagai langkah penyelamatan lembaga finansial. Penguatan IHSG kemarin dimotori oleh menguatnya saham pertambangan dan telekomunikasi. Hari ini kami perkirakan penguatan masih akan berlanjut. Saham sektor perbankan dan pertambangan kami perkirakan berpeluang untuk kembali menguat. Kisaran support-resistance 1.290-1.330.
 
Optima Securities

Penguatan bursa Asia serta ekspektasi teknikal rebound dari Dow Jones memberikan semangat kepada investor untuk kembali akumulasi sehingga keluar dari zona downtrend. Indeks berhasil keluar dari area oversold dengan menguat 15 poin keposisi 1.312 atau secara psikologis kembali di atas level support kuat yakni di level 1.300.  Penguatan kembali masih menunggu konfirmasi bursa kawasan dengan kisaran pergerakan harian 1.290-1.330 dan pilihan saham: SMCB, UNVR, LSIP, TLKM dan UNTR.

eTrading Securities

Saham AS lanjut tergerus ke level terendah sejak Mei 1997, meski sektor finansial menguat. Dow anjlok 250,89 poin (-3,41%) ke level 7114,78, S&P500 -3,47% dan Nasdaq -3,71%. Kabar bahwa pemerintah akan menambah kepemilikan nya di Citigroup sampai 25%-40% mengangkat saham tersebut +9,74%. Pemerintah telah meyakinkan investor bahwa mereka tidak berniat untuk menasionalisasikan Citigroup, dan walaupun aksi ini akan mendilusi sahamnya, investor menilai dampaknya sebagai positif karena akan menguat stabilitas perusahaan ini. Sentimen ini menyebar ke saham finansial lainnya: Bank of America +3,71%, Wells Fargo +1,1%, namun JPMorgan -1,96%. Sektor teknologi masih dibebani dampak krisis ekonomi: Apple -4,66%, Intel -5,48%, Microsoft -4,39%. Selain itu, Alcoa -7,63% dan ConocoPhilips -4,72% akibat komoditas yang melemah.

Dari Regional Dow dan Nikkei adalah worst performing tahun ini, masing-masing -19% dan -17% YTD sementara KLSE best performer +1,3%. ISX sendiri masih mencatat penurunan 3% YTD, mekipun beberapa saham small-cap telah menunjukan peningkatatnya di alaw tahun ini. Banking yang dan telekomunikasi yang mendominasi 30% - 40%  weighting index tidak mampu mengankat index. Likuiditas masih kering di bursa indonesia, investor masih tidak yakin dengan keadaan regional yang terus mencari level terendah baru. Rupiah menjadi ancaman baru investor dan ekonomi. Dengan adanya multilateral dari ASEAN+3 diharapkan bisa meredakan fluktuasi mata uang ASIA. Pagi ini regional di buka rata-rata tergerus 3% - 4%, kita memperkirakan ISX akan bergerak serupa. CPO +1,4%, Tin -3%, Nickel -3% Coal (kemarin) -5%, dan Crude Oil -1% (US$ 38/barrel). (ir/ir)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads