Penandatanganan kerja kelima bursa tersebut dilakukan pada Senin (23/2/2009). Bursa Malaysia menyatakan, jalur perdagangan elektronik atau e-trading melalui single acces point itu akan memungkinkan perdagangan lintas batas se-ASEAN sehingga semakin banyak menarik dana internasional ke kawasan ini.
Chief Executive Officer (CEO) Bursa Malaysia, Datuk Yusli Mohamed Yusoff mengatakan, integrasi pasar saham ASEAN diharapkan bisa meningkatkan profil pasar saham ASEAN ke komunitas investor dunia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita sekarang dalam proses untuk mengevaluasi platform teknologi dan menjadwalkan implementasi diantara bursa. Link e-trading diharapkan bisa dimulai pada tahun depan," ujar Patareeya seperti dikutip dari The Star, Selasa (24/2/2009).
CEO Singapore Exchange Hsieh Fu Hua mengatakan, kelima bursa ASEAN ini akan bekerja untuk membangun lembaga kliring atau clearing house sebagai pusat kerjasama untuk memfasilitasi kliring dan setelmen perdagangan lintas bursa ini.
"Pialang akan mendapatkan keuntungan dari membangun kerjasama dengan lembaga kliring mereka dan tidak perlu mengambil risiko dari rekanan asing," ujarnya.
Patareeya mengatakan, kerjasama ini merupakan 'win-win solution' untuk semuanya, termasuk perusahaan terbuka, investor dan pelaku pasar.
(qom/ir)











































