Bernanke menyatakan bahwa nilai dari bank-bank di AS akan hilang jika mereka dimiliki asing. Penegasan itu sekaligus menyapu kekhawatiran para investor, sekaligus membuat saham-saham sektor finansial menguat.
Bernanke memberikan peringatan bahwa resesi di AS kemungkinan bisa berlanjut hingga tahun depan. Namun menurutnya, bank-bank bisa tetap bertahan tanpa perlu dilakukan nasionalisasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Apa yang bisa kita lakukan adalah meyakinkan perbankan memiliki modal yang cukup untuk melakukan fungsinya dan pada saat yang bersamaan kita tetap memberikan kontrol sepenuhnya untuk memastikan mereka melakukan hal yang penting untuk menjadi bank yang sehat dan berkesinambungan dalam jangka panjang," imbuhnya.
"Komentar Bernanke memberikan spirit. Kekhawatiran investor adalah bahwa sektor publik sudah terlalu jauh terlibat dalam sektor swasta," ujar Hugh Johnson, chief investmen officer Johnson Illington seperti dikutip dari Reuters, Rabu (25/2/2009).
Pada perdagangan Selasa (24/2/2009), indeks Dow Jones industrial average ditutup menguat tajam hingga 235,76 poin (3,31%0 ke level 7.350,54. Indeks Standard & Poor's 500 juga menguat hingga 29,69 poin (3,99% ke level 773,02 dan Nasdaq menguat 54,11 poin (3,90%) ke level 1.441,83.
Kekhawatiran akan nasib sistem perbankan AS sebelumnya telah menyeret indeks Dow Jones turun ke level terendah sejak tahun 1997. Namun meski kemudian mencetak kenaikan terbesar, secara tahunan indeks Dow Jones tetap melemah.
Investor juga mengambil aksi menjelang pidato dari Presiden Barack Obama. "Orang-orang mengantisipasi pidato Presiden malam ini, namun pasar kita sudah mengalami oversold dan kita sedang menunggu katalis untuk rebound," ujar Andy Brooks, analis dari T. Rowe Price seperti dikutip dari AFP.
Saham sektor energi menjadi salah satu pendorong penguatan setelah harga minyak naik tajam. Saham Exxon Mobil Corp naik hingga 4% dan Chevron naik hingga 3,7%.Harga minyak kemarin tercatat kembali naik dengan minyak light pengiriman April naik 1,52 dolar menjadi US$ 39,52 per barel. Sementara minyak Brent naik 1,51 dolar menjadi US$ 42,50 per barel.
Demikian pula saham-saham teknologi ikut menjadi incaran investor. Saham Apple Inc tercatat naik 3,8%, Google Inc naik 4,7%. Namun saham Microsoft justru turun tipis setelah dalam pertemuan analis menegaskan tidak akan menambah penurunan biaya-biaya.
Perdagangan cukup aktif di New York Stock Exchange mencapai 1,8 miliar lembar saham, di atas rata-rata tahun lalu sebanyak 1,49 miliar. Sementara di Nasdaq, transaksi mencapai 2,35 miliar, di atas rata-rata tahun lalu 2,28 miliar.
(qom/qom)











































