Pada perdagangan saham Rabu (25/2/2009) IHSG diprediksi akan mengandalkan pergerakan bursa regional yang kemungkinan akan rebound.
Potensi rebound sudah terlihat dari bursa saham Nikkei Jepang yang Rabu pagi ini dibuka menguat 99,88 poin (1,37%) menjadi 7.368,44.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan saham Selasa waktu AS (24/2/2009), indeks Dow Jones Industrial Average ditutup menguat tajam hingga 235,76 poin (3,31%0 ke level 7.350,54. Indeks Standard & Poor's 500 juga menguat hingga 29,69 poin (3,99% ke level 773,02 dan Nasdaq menguat 54,11 poin (3,90%) ke level 1.441,83.
Sedangkan pada penutupan perdagangan saham Selasa kemarin (24/2/2009) IHSG meluncur 16,570 poin (1,26%) menjadi 1.295,869.
Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas.
Optima Securities
Indeks akhirnya ditutup di bawah level psikologis 1.300 yakni 1.295 mendekati posisi terendah sejak pertengahan Desember 2008. Terkoreksi bursa Asia menjadi sentimen negatif disamping belum adanya katalis dari domestik. Investor menahan diri masuk ke bursa terlihat dari nilai transaksi yang tipis. Pergerakan harian masih terbatas dan sempit dikisaran 1.280-1.310 dengan pilihan saham: TLKM, UNVR, PTBA, PGAS, dan BBRI.Β
Panin Sekuritas
IHSG kemarin kembali anjlok -1,26% ditutup di bawah level psikologis 1.300 menyusul melemahnya bursa regional. Penurunan bursa regional didorong oleh anjloknya Dow Jones ke posisi terendah dalam 12 tahun, serta kekhawatiran akan potensi kebangkrutan AIG, yang merupakan salah satu perusahaan finansial terbesar dunia. Tercatat Nikkei sempat menyentuh level terendah sejak 1982, demikian pula bursa Eropa dibuka turun signfikan sore kemarin. Hari ini kami perkirakan pergerakan IHSG masih akan mengacu pada pergerakan bursa regional, serta perkembangan makro ekonomi global pada umumnya. Kisaran support-resistance 1.270-1.310.
eTrading Securities
BEI dipenuhi dengan berita positif pagi ini, FDI naik 61% YoY di Januari 2009, kepemilikan properti asing untuk jangka waktu 80-90 tahun terus di kaji, lelang SUN kemarin laris manis namun lokal mengambil alih dominasi investor asing dan stimulasi fiskal kembali di tingkatkan menjadi Rp 73 triliun.
Ini semua berbalik kedangan ke adaan regional yang mengumumkan deteriasi GDP dan kekacauan system perbankan. Perbankan Indonesia masih terlalu muda untuk itu. Emas yang gencar di bicarakan beberapa hari sebelumnya tergerus di perdagangan kemarin -2,6% dan minyak steady di level $38/barrel. Index commodity lainnya juga tidak menunjukan banyak pergerakan, Nickel -3% menjadi $9.570/MT, Tin -3% menjadi $10.795/MT dan CPO +1,4% menjadi 1.866.Β
Sementara Gubernur Bank Sentral AS Bernanke memberikan pernyataan yang mengangkat saham AS. Saham AS rebound tajam setelah menyatakan bahwa pemerintah tidak merencanakan nasionalisasi bank-bank secara besar-besaran karena nilai bank akan hilang jika pemerintah mengambil alih. Bernanke memberi peringatan bahwa resesi di AS bisa berlanjut hingga tahun depan namun bank besar akan bertahan tanpa nasionalisasi. Dow meloncat 236,16 poin (+3,3%) ke level 7.350,94 , S&P500 +4,01% dan Nasdaq +3,9%.
Hal ini memicu penguatan saham perbankan: Bank of America +20,97%, Citigroup +21,5% dan JPMorgan +7,75%. General Motors keangkat +25.42% setelah senator AS, Carl Levin, mengatakan bahwa panel auto task force Obama bertegas untuk tidak membiarkan industri ini bankrut. Selain itu, American Express +12.1%, Home Depot +10,48% dan Macy's +12,03%. AIG tergerus -22.64% seiring kabar bahwa dia mengincar dana baru dari pemerintah akibat kerugian besar. Sementara itu, harga rumah keluarga tunggal turun 18,5% YoY di Desember dan indeks kepercayaan konsumen turun ke 25 di Februari dari 37,4 bulan sebelumnya.
Kemarin IHSG tergelincir akibat sentimen regional. Investor panik dan penekanan berlanjut di akhir perdagangan. IHSG -1,3% menjadi 1.295. Perkiraan hari ini di perjelas dengan keadaan regional yang rebound di seluruh konter, Nikkei +1% dan STI +1%. Investor yang memiliki disiplin tinggi sangat dibutuhkan untuk mengalahkan index, dan investor yang agresif lebih menghadapi risiko yang lebih besar pada gelombang ini.
(ir/ir)











































