Erry: Direksi BEI Harus Punya Integritas

Erry: Direksi BEI Harus Punya Integritas

- detikFinance
Rabu, 25 Feb 2009 11:56 WIB
Erry: Direksi BEI Harus Punya Integritas
Jakarta - Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Erry Firmansyah mengatakan, siapa pun yang duduk menggantikan dirinya usai pemilu bursa Juni mendatang harus memiliki integritas dan komitmen memajukan industri pasar modal di Indonesia.

"Siapa pun yang maju nanti, tentu harus orang-orang yang punya integritas dan memiliki komitmen untuk mengembangkan industri pasar modal di Indonesia," ujar Erry di kantornya, SCBD, Jakarta, Rabu (25/2/2009).

Gema pemilihan umum (pemilu) BEI sudah mulai didengang-dengungkan. Ajang demokrasi di lantai bursa ini dijadwalkan dilaksanakan pada 24 Juni 2009. Saat ini daftar anggota bursa (AB) yang berhak mengajukan calon direksi masih belum diumumkan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Daftar AB yang berhak mengajukan calon direksi akan diumumkan akhir Februari 2009," jelas Erry.

Saat ini ada 119 AB yang terdaftar sebagai pemegang saham otoritas bursa. Sedangkan berdasarkan aturan Bapepam, pencalonan dan pengajuan calon direktur BEI minimal terdiri dari sepuluh AB.

Namun, sepuluh AB tersebut harus sudah bertransaksi efek secara bersama-sama minimal 10 persen dari total frekuensi dan nilai perdagangan efek di BEI selama 12 bulan terakhir, sebelum mengajukan calon direksi ke Bapepam.

Selain itu, setiap AB secara sendiri telah bertransaksi efek minimal 0,2% dari total frekuensi dari nilai perdagangan efek di BEI selama 12 bulan terakhir sebelum mengajukan ke Bapepam. Setiap AB juga hanya dapat menjadi anggota pada satu kelompok AB.

Sebelumnya, otoritas pasar modal akan mengumumkan struktur komposisi direksi BEI pada pekan depan. Dewan Komisaris BEI sudah mengusulkan jumlah direksi yang dibutuhkan untuk direksi periode mendatang berjumlah enam
orang.

AB memiliki waktu 56 hari sebelum pelaksanaan rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) BEI untuk mengajukan paket calon direksi. Otoritas bursa menjadwalkan RUPSLB pada 24 Juni 2009.

(dro/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads