"Kita usahakan bisa menyumbang pertumbuhan sektor riil dari capital market sama seperti tahun lalu,β ujar Direktur Utama BEI, Erry Firmansyah di kantornya, SCBD, Jakarta, Rabu (25/2/2009).
Erry mengakui, kondisi perekonomian terutama di pasar modal memang masih kekurangan likuiditas. Namun ia menyatakan tetap mengupayakan bisa menyumbang kontribusi aktifitas pasar modal sebesar 10% ke sektior riil.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada tahun 2008 terdapat 19 emiten baru di BEI dengan total dana yang dihimpun Rp 82,45 triliun. Terdiri dari IPO Rp 24,39 triliun, rights Rp 56,07 triliun dan waran Rp 1,98 triliun.
Pencatatan surat utang korporasi emisi global dan sukuk korporasi yang dicatatkan di BEI sebanyak 27 emisi yang diterbitkan 21 emiten. Nilai emisi Rp 12,86 triliun terdiri dari obligasi konvensional dari 22 emisi senilai Rp 11,64 triliun dan sukuk sebanyak 5 emisi senilai Rp 1,22 triliun.
Total obligasi dan sukuk yang masih tercatat hingga Desember 2008 adalah 144 emisi senilai Rp 73,111 triliun diterbitkan 90 emiten terdiri dari 193 obligasi konvensional senilai Rp 69,22 triliun dan 20 sukuk senilai Rp 3,89 triliun.
Untuk Surat Berharga Negara (SBN) mencatat jumlah emisi sebanyak 36 seri senilai Rp 90,48 triliun.
Tahun ini, proyeksi rata-rata nilai harian Rp 2,75 triliun dengan jumlah hari bursa 243 hari. Emiten baru ditargetkan sebanyak 15 perusahaan baru, dan pencatatan tambahan 30 emiten dan emisi korporasi 27 emisi. (dro/ir)











































