"Hasilnya tidak masuk akal. Tim audit yang ditunjuk Herman Ramli melakukan mark up atas aset-aset Sarijaya," ujar Vier Jamal yang menjadi perwakilan konsorsium 4 investor saat dihubungi detikFinance, Rabu (25/2/2009).
Vier mengatakan, hasil penilaian tim auditor Sarijaya menyebutkan aset Sarijaya sebesar Rp 577,16 miliar dengan kewajiban Rp 358,96 miliar serta modal sebesar Rp 218,19 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau memang aset Sarijaya seperti yang disebutkan tim audit Herman Ramli, tentunya masalahnya tidak sebesar ini. Kalau modalnya masih positif Rp 218 miliar, kan tinggal jual saja aset-asetnya, lalu kembalikan uang nasabah, tidak perlu terlalu ribet seperti sekarang," jelas Vier.
Vier juga mengatakan, Herman Ramli telah memberikan angka yang terlalu mahal dalam rencana penjualan 100% saham Sarijaya, yakni senilai Rp 500 miliar.
"Saya sudah ketemu dengan Herman Ramli. Dia kasih angka Rp 500 miliar. Saya pikir harga itu tak masuk akal. Herman Ramli memasukkan aset-aset saham milik nasabah sebagai aset Sarijaya. Alasannya karena belum di write off. Itu kan milik nasabah. Seharusnya tidak diklaim sebagai aset Sarijaya," papar Vier.
Vier juga menuding tim audit Herman Ramli terlalu membebankan kewajiban kepada dirinya sebagai calon investor. "Masak aset-aset yang masih jalan leasingnya, yang belum lunas, mau dibebankan ke kita. Ini kan tidak masuk akal," ujar Vier.
Kendati demikian, Vier mengatakan ia belum akan mundur dari penawarannya. Ia masih menunggu hasil pengumuman resmi dari pihak yang berwenang atas status dan aset-aset Herman Ramli.
"Saya akan tunggu hingga akhir bulan ini. Saya tunggu status hukum Herman Ramli dan hasil investigasi aset-aset Sarijaya oleh pihak yang berwenang. Kalau tidak ada kejelasan hingga akhir bulan ini, saya akan mundur," ujarnya. (dro/ir)











































