Faktor eksternal dan pergerakan bursa regional masih akan mempengaruhi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis ini (26/2/2009).
Belum terlihat tanda-tanda keramaian di lantai bursa apalagi investor asing sudah jarang yang masuk dan transaksi short selling yang biasanya menggairahkan bursa masih dilarang oleh BEI.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bursa saham Jepang Kamis pagi ini dibuka menguat tipis 9,38 poin (0,13%) menjadi 7.470,60. Ekonomi Jepang yang mengalami penurunan paling tajam di Asia membuat investor memilih hati-hati.
Sementara saham-saham di Wall Street masih berakhir di teritori negatif, karena investor masih mengkhawatirkan nasib perbankan plus angka penjualan rumah yang lebih rendah dari ekspektasi.
Perdagangan di Wall Street diawali dengan penurunan yang tajam dan bergerak dengan sangat bergejolak. Wall Street sedikit membaik setelah ketidakpastian tentang nasib perbankan ditegaskan oleh Menkeu AS yang menyatakan akan mulai melakukan 'Stress Test' pada perbankan.
Pada perdagangan Rabu (25/2/2009), indeks Dow Jones industrial average (DJIA) ditutup melemah 80,05 poin (1,09%) ke level 7.270,89. Indeks Standard & Poor's 500 juga turun 8,24 poin (1,07%) ke level 764,90 dan Nasdaq turun 16,40 poin (1,14%) ke level 1.425,43.
Sedangkan pada penutupan perdagangan saham Rabu kemarin (25/2/2009) IHSG menguat terbatas 4,239 poin (0,33%) menjadi 1.300,108.
Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas.
Optima Securities
Penguatan bursa regional belum mampu mendorong indeks lebih lanjut namun hanya naik tipis 4 poin di level support 1.300. Investor masih belum yakin Dow Jones kembali menguat tajam. Wait & see masih cukup dominan terlihat dari nilai transaksi yang tipis. Pergerakan harian masih terbatas dan sempit dikisaran 1.280-1.320 dengan pilihan saham: TLKM, ASII, BMRI, ENRG dan LSIP.
(ir/ir)











































