"Nilai kerugian akibat pelemahan rupiah terhadap dolar AS mencapai Rp 885,7 miliar," ungkap Direktur Keuangan ISAT, Wong Heang Tuck usai jumpa pers di gedung Indosat, Jakarta, Kamis (26/2/2009).
Pada tahun 2007, ISAT juga membukukan kerugian kurs sebesar Rp 155,3 miliar. Namun nilai tersebut tidak memangkas kinerja keuangan perseroan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain karena rugi kurs yang cukup besar, peningkatan beban bunga menjadi sebesar Rp 1,858 triliun di 2008, melonjak 30,1% dibanding tahun 2007 sebesar Rp 1,428 triliun.
Akibat dua peningkatan di dua pos tersebut, perseroan membukukan beban lain-lain sebesar Rp 2,408 triliun di 2008, melonjak 51,5% dibanding tahun 2007 sebesar Rp 1,590 triliun.
Peningkatan tersebut telah memangkas perolehan laba bersih ISAT tahun 2008.
Kendati demikian, perseroan masih membukukan keuntungan atas transaksi derivatif sebesar Rp 136,6 miliar di 2008, naik 100,8% dibanding tahun 2007 sebesar Rp 68 miliar.
"Total hutang kita per 31 Desember 2008 sekitar Rp 21,76 triliun. Komposisinya 51% dalam rupiah, sedangkan 49% dalam dolar AS," jelas Wong.
Mengacu pada angka tersebut, total utang rupiah ISAT sekitar Rp 11,097 triliun, sedangkan utang dolar AS sebesar Rp 10,662 triliun (setelah dikonversi ke rupiah).
"Sekitar 52% dari utang dolar AS dan hutang obligasi dolar AS telah di-hedging di kisaran Rp 9.500. Hedging terutama dilakukan untuk utang obligasi dolar AS," jelas Wong.
(dro/ir)











































