"Rencananya kita akan membuat dan meluncurkan 200 saham terlikuid di 5 negara yang bisa diperdagangkan di 5 negara itu," kata Dirut Bursa Efek Indonesia (BEI) Erry Firmansyah dalam jumpa pers di gedung BEI, Kamis (26/2/2009).
Erry mengatakan ke-200 saham tersebut nantinya akan ditempatkan dalam satu papan dalam satu platform yang bisa diperdagangkan secara langsung antar negara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Erry juga mengatakan, regulator pasar modal di 5 negara itu, sekarang sedang membahas mekanisme peraturan pasar modal yang akan diterapkan nantinya.
"Kita juga sedang memikirkan bagaimana supaya masing-masing pasar lokal tidak terganggu," ujarnya.
Menurut Erry, selama 3 buan ke depan hingga Juni 2009, persiapan sistem akan dilakukan oleh lima negara. "Juni akan kita bahas lagi, soal sistem dan vendor dengan 5 negara. Harapannya linkage ini bisa berjalan di 2010," katanya.
Mengenai sistem perdagangannya, Erry mengatakan bahwa masing-masing perusahaan sekuritas di tiap negara harus mencari partner broker di kelima negara tersebut.
"Jadi misalkan satu sekuritas disini yang bisa memperdagangkan 200 saham ini, dia harus punya partner broker di 5 negara. Sehingga investor cukup buka satu rekening saja, tapi bisa transaksi di 5 negara," jelasnya.
Erry juga mengatakan harga saham yang akan dipakai dalam 200 saham tersebut akan mengacu pada harga di masing-masing negara. Begitu juga dengan nilai tukar akan menggunakan nilai tukar masing-masing negara.
"Jadi nanti investor tidak harus mengkonversi nilai tukar jika mereka sudah mempunyai nilai tukar di masing-masing negara," katanya.
Kelima negara yang ikut program linkage ini adalah Indonesia, Singapura, Malaysia, Thailand dan Filipina.
"Mungkin nanti Vietnam akan gabung, saya belum tahu apakah mereka ikut gabung dari awal atau belakangan saya belum tahu," katanya.
(ir/qom)











































