Padahal di awal-awal perdagangan, saham-saham sempat bergerak menguat meski data-data masih menunjukkan pelemahan ekonomi. Seperti data pengangguran yang melonjak menjadi 667.000 pada pekan terakhir, dan penurunan produksi barang tahan lama hingga 5,2%.
Namun penguatan itu tidak bertahan lama karena saham-saham akhirnya ditutup melemah. Pada perdagangan Kamis (26/2/2009), indeks Dow Jones terpangkas 88,81 poin (2,38%) ke level 1.391,47. Indeks Standard & Poor's 500 juga turun 12,07 poin (1,58%) ke level 752,83 dan Nasdaq turun 33,96 poin (2,38%) ke level 1.291,47.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka tentunya ingin menyediakan layanan kesehatan untuk siapapun, namun membayar atas apa yang mereka inginkan tentunya akan mengurangi pendapatan," ujar Peter Jankovskis, direktur riset OakBrook Investment seperti dikutip dari Reuters, Jumat (27/2/2009).
Tambahan tekanan berasal dari saham-saham sektor finansial setelah munculnya laporan yang menunjukkan bahwa jumlah bank yang bermasalah di AS semakin banyak. Data itu sekaligus menarik sentimen positif dari rencana pemerintah AS menyelamatkan sektor perbankan. Saham perbankan yang mengalami penurunan terbesar antara lain Citigroup yang turun hingga 2,4%.
Perdagangan berlangsung cukup moderat, di New York Stock Exchange mencapai 1,47 miliar, sedikit di bawah rata-rata tahun lalu yang sebesar 1,49 miliar. Sementara di Nasdaq, transaksi mencapai 2,32 miliar, sedikit di atas rata-rata tahun lalu yang sebesar 2,28 miliar. (qom/qom)










































