Penjualan MTN Global pemerintah US$ 3 miliar laris manis di New York memberikan efek positif ke pasar valas. MTN global pemerintah diserbu investor karena memberikan tingkat imbal hasil (yield) yang tinggi hingga 12% dibandingkan obligasi milik pemerintah AS yang hanya 3%.
Sementara pasar saham masih belum bersemangat karena terbatasnya likuiditas. Perilaku investor yang wait and see makin menambah malasnya pergerakan IHSG.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perdagangan saham sesi siang berlangsung tipis dengan mencatat transaksi sebanyak 14.902 kali, dengan volume 448,2 juta unit saham, senilai Rp 454,3 miliar. Sebanyak 31 saham naik, 44 saham turun dan 49 saham stagnan.
Saham-saham yang turun harganya antara lain, Indo Tambangraya Megah (ITMG) turun Rp 50 menjadi Rp 9.550, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) turun Rp 100 menjadi Rp 3.750, Perusahaan Gas Negara (PGAS) turun Rp 30 menjadi Rp 1.900, Bank Central Asia (BBCA) turun Rp 50 menjadi Rp 2.350 dan Indosat (ISAT) turun Rp 25 menjadi Rp 4.250.
Sementara bursa saham Asia di sesi siang ini bergerak bervariasi seperti Hang Seng naik 0,15%, Shanghai turun 1,92%, KOSPI naik 1,42%, STI Singapura turun 0,53% dan Nikkei naik 1,38%.Β
(ir/qom)











































