"Untuk gaji bulan Maret saya belum tahu apakah mereka akan pinjam lagi," ujar Direktur Utama BEI, Erry Firmansyah di gedung Bapepam-LK, Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (27/2/2009).
Kendati demikian, Erry memastikan bahwa biaya operasional Sarijaya termasuk gaji karyawan untuk periode Februari 2009 akan segera dikucurkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sayangnya, Erry enggan menyebutkan berapa besar dana yang akan dipinjamkan BEI kepada Sarijaya untuk mendanai operasional selama proses penyelesaian masalah ini.
"Jumlahnya belum tahu. Untuk bulan lalu saya tidak tahu angkanya," jelas Erry.
Namun menurut sumber detikFinance di lantai bursa, pinjaman tersebut sebesar Rp 1 miliar per bulannya. Pinjaman Februari yang akan diberikan BEI kepada Sarijaya merupakan pinjaman kedua sejak suspensi dikenakan terhitung 6 Januari 2009.
"Pinjaman untuk gaji Januari sekitar Rp 1 miliar," ujar sumber tersebut beberapa waktu lalu.
Namun menurut Vier Jamal, perwakilan konsorsium 4 investor yang berminat membeli 100% saham Sarijaya menyebutkan nilai yang lebih besar.
"Biaya operasional untuk gaji karyawan Sarijaya per bulannya sekitar Rp 2,4 miliar," ujar Vier.
Terlepas dari perbedaan angka tersebut, sejumlah karyawan Sarijaya dikabarkan telah memutuskan hubungan kerja dan pindah ke sekuritas lain lantaran ketidakjelasan status mereka.
(dro/ir)











































