Rupiah Menguat Jika Restrukturisasi Ekonomi AS Usai

Rupiah Menguat Jika Restrukturisasi Ekonomi AS Usai

- detikFinance
Sabtu, 28 Feb 2009 12:14 WIB
Bandung - Nilai tukar rupiah diperkirakan akan menguat jika restrukturisasi ekonomi Amerika Serikat selesai. Selesainya restrukturisasi tersebut bisa dilihat dengan menurunnya kebutuhan dolar negeri Paman Sam tersebut.
 
Demikian hal itu dikemukakan Direktur Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter Bank Indonesia (BI) Made Sukada di sela-sela acara workshop Wartawan Ekonomi dan Perbankan, Savoy Homann, Bandung, Sabtu (28/2/2009).
 
"Rupiah pasti menguat setelah mereka tidak membutuhkan banyak dolar lagi," ujarnya.


Menurutnya, penurunan rupiah selama ini akibat tingginya kebutuhan dolar beberapa industri di Amerika untuk melonggarkan likuiditas mereka. Maka dari itu, investasi dan persediaan dolar dari negara lain termasuk Indonesia ikut terserap ke dalam Amerika.
 
"Ini kan di luar teori ekonomi. Situasi ekonomi mereka (Amerika) yang melemah tapi dolarnya menguat," ujarnya.
 
Ia mengatakan, lambat laun teori ekonomi yang salah itu akan berjalan normal jika kebutuhan dolar di Amerika sudah mencukupi sehingga tekanan dolar terhadap mata uang lain bisa berkurang.
 
Tapi ia menambahkan, hingga saat ini belum dapat diprediksikan sampai kapan proses restrukturisasi ekonomi Amerika bisa selesai.
 
Menurutnya, salah satu tantangan yang dihadapi Amerika dalam pemulihan kondisi ekonomi salah satunya, kebijakan pemerintah setempat dalam membiayai stimulus ekonomi menggunakan pajak progresif.
 
"Jadi yang membiayai pemulihan ekonomi AS adalah golongan orang kaya. Semakin kaya semakin besar pajaknya. Tapi hal ini akan mendapat tentangan dari kubu Republik," katanya.

(ang/ir)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads