IHSG Dibayangi Sentimen Inflasi

IHSG Dibayangi Sentimen Inflasi

- detikFinance
Senin, 02 Mar 2009 07:37 WIB
IHSG Dibayangi Sentimen Inflasi
Jakarta - Pengumuman angka inflasi Februari oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Senin siang ini akan mempengaruhi sentimen di Bursa Efek Indonesia. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih harus berjuang keras menuju zona hijau.

Setelah mencatat deflasi pada Desember 2008 dan Januari, pencapaian di Februari diprediksi akan mengalami inflasi karena seretnya distribusi akibat cuaca buruk. Pada bulan Januari 2009 terjadi deflasi sebesar 0,07 persen, dengan inflasi year on year sebesar 9,17%.

Pelaku pasar akan melihat pergerakan inflasi dalam perdagangan awal pekan ini, Senin (2/3/2009) selain pergerakan bursa regional.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Indeks Nikkei Jepang pada Senin pagi ini dibuka melemah 114,14 poin (1,51%) menjadi 7.454,28. Sementara Wall Street kembali menutup akhir bulan Februari dengan merah. Jika di akhir Januari Wall Street menutup akhir perdagangan dengan buruk, kini di akhir Februari kejadian yang sama berulang.

Pada penutupan perdagangan saham Jumat waktu AS (27/2/2009) Dow Jones Industrial Average turun 119,15 poin (1,66%) menjadi 7.062,93 yang merupakan level terendah sejak 1997.

Indeks Nasdaq turun 13,63 poin (0,98%) menjadi 1.377,84 yang menjadi posisi terendah sejak akhir November 2008. Sedangkan indeks Standard & Poor's 500 turun 17,74 poin (2,36%) menjadi 735,09 yang terendah sejak Desember 1996.

Penurunan yang terus terjadi dia akhir bulan membuat Wall Street memasuki Maret masih dengan genting karena investor masih melihat tanda-tanda kemerosotan data-data ekonomi yang kian menyeramkan.      

Pada penutupan perdagangan saham Jumat pekan lalu(27/2/2009) IHSG turun 4,845 poin (0,38%) menjadi 1.285,476.

Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas.

Panin Sekuritas


Review :
IHSG sepanjang pekan lalu bergerak melemah tipis -0,88%. Melemahnya indeks dipengaruhi oleh gerak bursa regional yang menurun akibat perkembangan pasar finansial global serta perekonomian yang terus memburuk. Pekan lalu Dow Jones jatuh ke posisi terendah dalam 12 tahun terakhir. Demikian pula Nikkei yang sempat menyentuh level terendah sejak 1982. Saham sektor finansial dan infrastruktur terlihat menjadi pendorong turunnya indeks pekan lalu. Sementara saham sektor pertambangan relatif bergerak stabil menyusul reboundnya harga minyak dunia.
 
Rekomendasi :
Sementara pekan ini laporan kinerja emiten 2008 serta beberapa data ekonomi penting dari dalam negeri akan menjadi fokus perhatian investor, yakni data inflasi Februari, ekspor-impor Januari, serta pengumuman BI Rate. Faktor pergerakan bursa regional diperkirakan masih akan menjadi mempengaruhi pergerakan IHSG pekan ini. Kisaran support-resistance pekan ini 1.263-1.320. (ir/ir)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads