Anjloknya laba bersih karena melemahnya pendapatan perseroan di 2008 akibat koreksi tajam dari harga jual feronikel dan bijih nikel. Pendapatan Antam 2008 sebesar Rp 9,538 triliun atau turun 21% dibanding 2007 yang sebesar Rp 12,008 triliun.
"Tekanan harga di 2008 telah membuat kinerja Antam ikut terkenadampak negatifnya menyusul merosotnya harga komoditas. Namun kami memiliki persedian kas yang cukup sehingga bisa tetap fokus pada pertumbuhan proyek-proyek perseroan," kata Dirut Antam Alwinsyah Loebis dalam siaran pers, Senin (2/3/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada tahun 2008, perseroan memproduksi 17.566 ton nikel di 2008, turun 5% dibanding tahun 2007 sebanyak 18.532 ton nikel. Volume penjualan komoditas ini sebanyak 17.026 ton nikel di 2008, turun 3% dibanding tahun 2007 sebanyak 17.547 ton nikel.
Pendapatan feronikel ANTM di 2008 dibukukan sebesar Rp 3,518 triliun, turun drastis 39% dibanding tahun 2007 sebesar Rp 5,518 triliun. Penurunan disebabkan koreksi tajam harga rata-rata feronikel ANTM di 2008 sebesar 37% menjadi US$ 9,91/lb dibanding tahun 2007 sebesar US$ 15,76/lb.
Produksi bijih nikel ANTM di 2008 juga terkoreksi 8% menjadi 6,571 wmt dari tahun sebelumnya 7,112 wmt. Volume penjualan mengalami koreksi lebih tajam sebesar 23% menjadi 5,342 juta wmt dari tahun 2007 sebesar 6,907 juta wmt.
Pendapatan bijih nikel ANTM anjlok tajam 41,3% menjadi Rp 2,902 triliun dari sebelumnya Rp 4,915 triliun. Sedangkan pendapatan emas naik 165% menjadi Rp 2,740 triliun dibanding 2007.
Laba usaha Antam 2008 ikut anjlok hingga 76% menjadi Rp 1,616 triliun dibanding 2007 yang sebesar Rp 6,796 triliun.
Total aset Antam di 2008 mencapai Rp 10,173 triliun atau turun 15% dibanding tahun 2007 yang sebesar Rp 12,037 triliun.
(ir/ir)











































