"Besok pukul 10.00 WIB, sekitar 150 nasabah dari berbagai wilayah akan menggelar demo ke Bapepam," ujar Teguh Hartono, koordinator nasabah asal Bogor saat dihubungi detikFinance, Senin (2/3/2009).
Teguh mengatakan, ada dua poin utama yang akan diajukan kepada Bapepam. Pertama, masalah sulitnya pemindahan rekening efek nasabah. Kedua, nasabah ingin mengetahui secara pasti posisi kas Sarijaya setelah disuspensi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hasil tim audit Herman Ramli menyatakan bahwa aset Sarijaya sebesar Rp 577,16 miliar dengan kewajiban Rp 358,96 miliar serta modal sebesar Rp 218,19 miliar.
Sedangkan hasil audit 4 konsorsium yang diwakili Vier Jamal memberikan angka yang berbeda. Menurut Vier, aset Sarijaya hanya sebesar Rp 17,06 miliar dengan kewajiban 235,73 miliar dan modal negatif sebesar Rp 181,34 miliar.
"Nasabah ingin tahu mana yang benar. Bapepam segera beri kepastian, supaya kita bisa tahu berapa dana kita yang hilang. Kalau ternyata kas Sarijaya masih positif seperti hasil audit Herman Ramli, nasabah minta agar dana itu dibagikan saja kepada nasabah untuk mengganti uang nasabah yang hilang. Walaupun tidak kembali seluruhnya, setidaknya ada yang kembali," ujar Teguh. (dro/ir)











































